PEDAGANG DENGAN HATI
OLEH
YONNEDI.M, S.Ag. M.Pd
Keinginan seorang pedagang apapun di dunia ini dia mengharapkan keuntungan dari dagangan nya tersebut. Baik pedagang di warung nya sendiri yang sudah besar maupun pedagang kontrak kan bahkan pedagang keliling. Cara mencari keuntungan ada yang melalui cara baik dan ada juga yang tidak baik. Sama dengan pekerjaan kita sehari hari bagi orang yang sudah di tetapkan gajinya perbulan dia akan berusaha bekerja sekuat tenaga untuk memperbaiki kinerjanya ada juga sebagian mencari kerja tambahan bahkan ada yang asal kerja sebab gajinya Sudah di tetapkan gajinya tidaklah bertambah dan berkurang, disini keimanan sangat berfungsi baik seorang pedagang maupun yang sudah di tentukan gajinya perbulan. Kelihatan memang enak jadi seorang YANG telah ditetapkan gajinya perbulan seperti pegawai negri pegawai perusahaan atau pegawai lainnya yang berupa ketetapan gajinya perbulan Sebab bekerja tidak bekerja tunggu tanggal satu setiap bulan bahkan gajinya sudah masuk rekening. Berlainan dengan seorang petani pedagang buruh harian Dan yang tidak ditetapkan gajinya perbulan mereka berusaha mati Matian untuk mencari Rezki bisa jadi lebih Dapatnya dari yang telah di tetapkan gajinya perbulan tadi banyak kita dengar pengusaha besar yang dia dapat uang satu hari jutaan bahkan uang yang dia dapatkan melebihi satu hari dari gaji yang didapati satu bulan oleh orang yang di tetapkan gajinya perbulan. ini banyak buktinya pengusaha pengusaha yang sampai jutaan menyumbang untuk keperluan agama Dan umum karena uang nya banyak, berbeda dengan orang gajian bulanan Sebab gajinya sudah ditargetkan atau istilah nya Rezki nya sudah ditetapkan. Dan banyak lagi bukti bukti yang lain yang mengatakan bahwa uang pedagang yang tidak di tentukan gajinya ini bisa menyumbang lebih besar.
Penulis bukan membandingkan antara yang gajinya di tentukan perbulan dengan gajinya dia berusaha namun hanya melihat kondisi di lapangan, sebenarnya keduanya ada kelebihan dan keunggulan yang hebat membagi waktulah yang akan sukses. Sebab ada juga yang Sudah ditentukan gajinya perbulan bisa juga membagi waktu di luar pekerjaan rutin nya dengan bisnis yang lain dengan di berikan kepada orang lain dengan menejemen baik dia bisa menghasilkan uang dan bisa juga membantu orang lain dengan membuka lapangan pekerjaan. Bahkan dia juga bisa mempunyai dagangan yang banyak dengan modal kepercayaan kepada teman atau orang yang dia percaya kan. Banyak kita temui pedagang yang sukses namun bos nya adalah orang yang gajinya di tentukan perbulan, maka disini yang perlu adalah kemauan dan keyakinan dalam artian bersungguh sungguh dan niat yang tulus membantu bersama. Kecerdasan dan Kekutan pisik yang di berikan oleh Allah kita pergunakan untuk saling membantu di dunia ini. Jangan kita sombong Dan jangan juga kita malas ini kunci keberhasilan dalam kehidupan, sebab kita melihat orang sukses dalam perdagangan ini kebanyakan orang-orang yang silaturahmi baik dalam artian tidak sombong dan pekerja keras.
Pedagang kecil dan besar beda nya cuman hasil dan pengelolaan nya sebab kecil dan besar akan tergantung dari modal dasar yang mereka mulai. Ada seorang pedagang yang dari bawah mulainya, contoh dari pedagang kaki lima bisa sukses mempunyai toko dan menjadi pedagang yang besar. Ada juga yang sudah besar dan modal yang besar bisa menjadi seorang pedagang kaki lima, ini sendiwara kehidupan di dunia. Sebab banyak kejadian Dulu dia sukses berubah menjadi miskin dan juga sebaliknya. Janji Allah itu pasti ikuti saja kemauan Allah. Terkadang kita berdagang sukses namun terkadang tidak sama juga dengan seorang guru dan pegawai sudah puluhan tahun jadi pegawai honorer belum juga menerima gaji sesuai UMR, penulis kemaren menemui seorang operator madrasah yang sudah puluhan tahun yang gajinya di bawah UMR dia menceritakan suka dukanya namun dia tetap berjuang dan Istiqomah dalam pekerjaan nya. Banyak sebenarnya di Dunia ini orang yang tetap sabar dan menuggu perubahan dengan keistiqamahanya.
Kisah nyata sore tadi yang penulis temui dan saksi sendiri, sebelum Jumat penulis sudah pulang dari pondok dan sholat Jumat di mesjid dekat rumah, setelah sholat Jumat rencana pergi mendoa takziah ke rumah tetangga yang jarak nya lebih kurang 10 kilometer. Memang rencana di tangan kita sebelum pergi ada telpon dari bendahara untuk tanda tangan bos karena harus masuk sebelum Jam 3 sore secara online. Maka di batalkan untuk pergi takziah. Penulis kembali ke pondok menemui bendahara bos untuk menanda tangani perjanjian dan rencana bos kedepan. Penulis juga melihat laporan dan perjanjian bos dengan baik dan di tanda tangani. Tidak lama kemudian Muazin menyuarakan Azzan di mesjid. Penulis Juga pergi ke mesjid di halaman mesjid bertemu dengan PEDAGANG roti bakar yang sudah lama tidak bertemu dia masih ingat dengan penulis. Tidak banyak bicara namun ada anak kecil yang mengaji iqra berumur kls 3 sekolah dasar menanyakan bisa beli roti bakar nya dua ribu bang, pedagang tu melihat anak tersebut padahal roti bakar tersebut 5 ribuan namun pedagang tu menjawab bisa ... pedagang roti bakar tersebut tidak menolak seorang anak kecil yang meminta dua ribu untuk beli roti bakarnya.... ingat ini pelajaran yang berarti bagi kita semua....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
