TAUSIAH RAMADHAN D TANAH KELAHIRAN
Oleh
Yonnedi.M, S.Ag . M.Pd
Setiap bulan ramadhan jadwal untuk ceramah sudah di tetapkan, tahun kemaren tidak jadi karena memang di larang sebab Corona walaupun jadwal sudah di tentukan. Untuk tahun ini memang jadwal sudah diisi namun juga tidak bisa untuk memberikan tausiah Ramdhan karena kurang sehat namun ada penggantinya. Satu Minggu pertama sholat dirumah sampai Minggu kedua, dalam Minggu ketiga kita pergi berbuka kerumah orang' tua sambil memperhati hari kematian orang tua laki laki Tgl 2 Mei yang bertepatan di bulan suci Ramadhan seperti tahun Kemaren sebab baru satu tahun beliau pergi meninggalkan kami. Masjid tempat kami sholat orang sudah tau bahwa kita uzd Dan pernah beberapa tahun menggerakkan pemuda masjid 10 tahun yang lalu sekarang sudah punya istri tidak di kampung sehingga tidak tinggal di kampung halamannya.
Waktu malam itu sebenarnya ada acara perlombaan panitia tidak membolehkan ada acara ceramah ramadhan, sebab murid pondok pesantren kita juga menjadi panitia waktu itu mereka mengatakan MLM ini tidak ada acara ceramah karena kita ada perlombaan, bagi penulis tidak massaLah sebab memang suara kurang baik juga. Setiba penulis di masjid karena di lihat oleh ketua masjid langsung ketua masjid memanggil pengurus ramadhan yang melarang ceramah mlm ini tersebut dengan mengatakan minta dia memberikan santapan rohani mlm ini. Dengan malu panitia Ramdhan memberikan informasi assalamualaikum mohon maaf bapak memberikan kultum nanti waktu itu penulis menjawab jika saya tidak bisa kultum sebab waktu nya mungkin berlebih sambil tersenyum sebab mungkin panitia Ramdhan belum kenal dengan penulis sebelumnya. Padahal waktu dulu kita menggerakkan dan memakmurkan masjid bersama sama kawn yang sudah banyak juga merantau. Penulis memang jarang pergi ke masjid waktu pulang kampung karena kesibukan namun kerumah orang tua tetap pergi untuk sholat Jumat memang jarang sebab khatib di sana bahasa Arab. Sehingga kita tidak bisa menjadi khatib Jumat di masjid karena khatib nya sudah ditentukan.
Setelah sholat isya dan sholat sunat panitia memanggil penulis untuk memberikan santapan rohani. Dalam santapan rohani tersebut meminta izin dan maaf dulu ternyata kawan dari BAZ juga diletakkan disana untuk dai nagari sebagai pembimbing masyarakat disina. Beliau sama kuliah waktu di pasca sarjana dulu. Penulis Menyampaikan soal zakat karena zakat disana tetap seperti yang lama dulu yaitu berkumpul di rumah makan bersama di berikan kepada Malin dan Malin tersebut membagi bagikan kepada masyarakat yang hadir ada 5 ribuan dan 10 ribuan nanti untuk Malin itu bisa ratusan ribu sebab Malin itu orang' yang bertanggung jawab di kaum itu jika Ada kematian sehingga Malin tersebut merasa ini sebagai upah untuk penyelenggaraan jenazah dan kerja Yang lain di kaum tersebut. Penulis mengatakan uang apa yang kita ambil itu uang zakat apakah kita termasuk orang yang menerima zakat??? Semua jamaah terdiam... tolonglah ini kita tanyakan kejiwa kita masing masing uang yang diberikan dirumah orang berzakat tersebut bisakah atau berhak kah kita mengambil nya, untuk Malin tersebut juga gimana jika kita Amil siapakah yang mengangkat kita Amil, jika kita Amil kok banyak kita ambil.... hati-hati karena memakan harta zakat seperti makan bara dalam api semakin banyak makan harta zakat karena kita tidak berhak menerima nya ini akan menjadi persoalan yang berat dalam kehidupan kita
Kita melihat orang orang yang sakit padahal dia holeh taat Dan baik' ternyata dia sakit keras bahkan struk, ini karena dua saja jika dia diberikan oleh Allah penyakit untuk menghapus dosa dosanya atau dia memang bermasalah dalam kehidupan nya ini Allah yang lebih tau. Di akhir tausiah penulis minta maaf jika Ada yang merasa tersinggung karena banyak yang berbuat disini cuman penulis menyampaikan kebenaran dan disini tanah kelahiran penulis juga...
......
Wasallam
.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan