PEREMPUAN TANGGUH
Jujur kita jika suami ditinggalkan istrinya baik di tinggal mati atau ditinggalkan dengan perceraian maka suami akan menderita dari segi kesejahteraan, baik makan tidur dan bekerja akan tidak menentu, maksudnya makannya bisa tidak teratur tidiurnya bisa di surau atau temapat yang lainnya kerjanya bisa tidak tertib lagi. namun jika perempuan yang ditinggalkan oleh suaminya kebanyakan mereka mandiri. kehidupan sehari hari akan menentukan ketangguhan kita, jarang ketemu seoramg laki laki yang pagi mengantarkan anaknya langsung bekerja dan menjemput anaknya tiba dirumah bekerja dapur dan sumur bahkan ada juga pekerjaan kantor. ini membuktikan laki laki tersebut tidak tangguh, hari ini banyak kita jumpai ibu ibu yang tangguh. dia hidup mandiri ditingalkan oleh suaminya yang bekerja di luar kota atau dalam kota, mereka in i tidak canggung, jika ada suami yamng bekerja di luar kota atau dalam kota yang tidak sma tinggal dengan istrinya kita lihat suamainya tersebut makan di warung cuci londri dalam artian butuh bantuan orang. apakah kita bapak masih mengatakan kita tangguh.
Perempuan termasuk makluk yang multi talenta tidak sama dengan laki laki sebab laki laki banyak bergantung dengan perempuan atau dengan manusia yang lainnya. tenaga dan fikiran tidak bisa dijadikan sebuah kemandirian atau ketangguhan. perempuan adalah tenaganya tidak sekuat laki laki dan fikirannya pun banyak kekurangan. namun mereka tangguh dalam lapangan. dulu waktu kecil masih ingat kita serang ibu yang pulang dari sawah seteah sholat magrib ayah kita sudah istirahat dan boleh main main di ruang tamu sedangkan ibu kita kedapur menyiapkan makan malam, pagi hari nya ibu kita sudah bangun setalkah sholat subuh dia juga kedapur memasak setelah masak dia juga pergi bekerja sama sam dengan ayah kita jika kita bandingkan banyak istirahat ayah dari ibu kita. kondisi sekarang ibu tersebut serba bisa karena ibu sekarang sudah bias bawah kenderaan dan alat lainya, dia yang mengantarkan anaknya dia juga memasak dan mecuci serta lainya. pertanyaan mendasar bagi kita apakah tidak ada perbedaan ibu yang dulu dengan ibu ibu zaman sekaran?.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan