UJIAN ...,,,
Ada seorang berjalan berlari lari sehingga dia ingin sekali bertemu dengan seorang guru atau sering disebut uztazd atau buya ataupun kiyai yang jelas ahli dalam agama islam. setiba di temapat kiyai atau guru tersebut dia menayakan kenapa banyak musibah yang bertubi tubi datang kepada kami sekelurga atau kepada kami di kampoung ini terutama diri sya sendiri padahal saya membaca dan memmahami bahwa allah tidak akan memberikan uian dan cobaan kepada orang yang tidak mampu untuk menerimanya. sebenarnya saya secara pribadi menerimanya sangat banyak sekali musibah atau ujian yang datang, sehingga saya merasakan secara kasat mata tidak adil karena banyaknya musibah yang datang silih berganti. sudah sakit datang juga ketidak nyamanan dalam kelurga baik dari rezki yang tidak datang atau anak yang banyak masaalah datang juga hutang yang berlipat ganda waktu bersama bahkan banyak yang lainnya. musibah demi musibah yang datang silih berganti membuat saya tidak merasa lellah namun saya merasa tidak menerima karena saya taat dan kaut agama dengan orang yang tak pernah menerima musibah, sehingga banyak cerita demi cerita orang yang datang ini kepada uztznya, dengan santai uztad tersebut mengatakan banyak oramng yang datang esini menceritakan nasib dan musibah yang mereka rasakan sehingga aku menyuruh mencatatnya dan memasukkan kedalam karton ini maka karton ini sudah banyak isinya keluhan mereka untuk mitu maka ambil saja satu kertas dan kamu bawah pulang dan baca setelah dibaca dan ditetliti baru samapikan kesini kembali. dengan senag hati dia menerima beberpa nasehat dan membawa kertas beberapa halamam mungkin karena banyak isi curhatan yang bterambil olehnya dalam karton uztz tersebut.
Sudah beberapa hari dia membaca dan mendaami surat atau yang di ambil dalam karton uztd pemberian orang yang menayaan persoalan kehiduapn kepada uztz tersebut. sehingga dia menagis membacanya sebab begitu banyak orang lain yang mendapatkan musibah besar dan jauh lebih sedih dan lebih banyak dari dia, orang lain ada yang lebih berat ada juga yang lebih serius ibarat kata dia hanya sekedar ,mencobanya saja tetapi orang lain lebih daripada mencoba sevbagai contoh anakanya tidak ada tangan dan kaki suaminya strok mertunya pikun anaknya tidak mau sekolah ada juga rumahnya masih konrtakkan dan tidak ada penghasilan tetap, membaca itu membuat dia termenung dalam artian dia belum sepereti itu kok sudah mengeluh padahal dia masih serba cukupo dan punya penghasilan tetap dan sudah punya rumah... dengan termenung lama dia merasakan bagaiamana dia bersalah terhadap dirinya sendiri karena begitu banyak ornag l;ain mendapatkan musibah yang lebih besar darinya. ... seakan kita juga sepereti itu waktu kita sadar disaat kita melihat dan menyaksikan secara langsdung baik itu berupa nyata maupun tidak nyata, karena ibllis berada dalam keraguan kita dalam bertindak. untuyki nikmatilah hidup kita dan syukuri apa yang telah diberiakn oleh allah dan jangan membanding bandingkan baik nikmat maupun musibah....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan