4 PINTU REZKI
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena hanya dengan takwa kita akan memperoleh keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Hadirin yang berbahagia, Setiap manusia mendambakan rezeki yang berkah. Namun perlu kita yakini, bahwa rezeki adalah karunia Allah SWT. Allah telah menetapkan pintu-pintu rezeki yang bisa kita raih, baik dengan usaha maupun tanpa usaha. Dalam kesempatan khutbah Jumat ini, khatib ingin menyampaikan 4 pintu rezeki dari Allah SWT:
1. Rezeki Tanpa Bekerja (Rezeki yang Dijamin Allah)Ini adalah rezeki murni pemberian Allah, meskipun manusia tidak berusaha mencarinya. Contohnya adalah rezeki ketika kita masih berada dalam kandungan, lahir ke dunia, berupa air susu ibu, nafas, kesehatan, dan umur. Allah SWT berfirman:
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا “Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6)
Maka yakinlah, ada rezeki yang sudah Allah jamin, tanpa kita kejar sekalipun. terkadang ada juga dengan orang yang bersedekah kepada kita, ada satu cerita imam syafi,i dengan muridnya mengatakan dia ingin makan sesuatu tapi dia tidak berusaha untuk pergi ketempat sesuatu cuman dia duduk saja sambil mengaji dan membaca tak lama kemudian datang orang membawa buah yang dia ingini tadi, karena kedatangan buah tersebut dia mengatakan kepada muridnya inilah namanya rezki yang datang lagsung dari allah. ini terkadang adajuga kejadian dalam kehidupan kita namun kita tidak pekah saja.
2. Rezeki yang Harus Dicari (Dengan Usaha)
Selain yang dijamin, ada rezeki yang harus diusahakan dengan bekerja, berusaha, dan berikhtiar. Allah SWT tidak akan menurunkan rezeki tanpa ada upaya dari manusia.
Allah berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ . وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 39-40)
Maka kewajiban kita adalah berusaha dengan jalan yang halal, bekerja, berdagang, bertani, atau profesi lainnya. usaha yang kita usahakan akan mendatangkan rezki juga allah mengatakan allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum dia merunah nasibnya sebelum dia merunah apa yang ada pada dirinya. maksudnya kita yang berfikir berjuang berusaha mati matian bagiamana kemampuan yang kita miliki untuk dikelurkan sekuat tenaga untuk mendapatkan sesuatu, sebab rezki itu tidak akan turun dari langit seperti turunnya embun diwaktu pagi. usaha berdoa dan hasilnya pasti ada jika kita tidak berusaha apalagi tidak berdoa apalagi menyerah saja maka hasilnya juga akan parah.
3. Rezeki dengan BersyukurPintu rezeki berikutnya adalah syukur. Allah menegaskan bahwa syukur mendatangkan tambahan nikmat.
Allah berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Maka jangan menunggu nikmat besar untuk bersyukur, tapi syukurilah nikmat kecil agar Allah bukakan pintu rezeki yang lebih besar. terkadang ini yang banyak kita lupa, bersykur apa yang telah kita dapatkan namun kita masih melihat yang lebih dari kita, sehingga bersyukur hilang dalam kehidupan.
4. Rezeki Karena Berbuat Baik (Balasan Kebaikan dan Keburukan)
Rezeki juga datang melalui amal perbuatan. Siapa yang menebar kebaikan, maka Allah akan membalas dengan kebaikan pula. Begitu juga jika berbuat jahat, balasannya pun akan kembali kepada dirinya.
Allah SWT berfirman:
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra’: 7)
Maka tebarkanlah kebaikan, karena kebaikan akan membuka pintu rezeki, ketenangan, dan keberkahan hidup
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan