YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
4 SUMBER KEMISKINAN DALAM DIRI KITA

4 SUMBER KEMISKINAN DALAM DIRI KITA

1. Dari Mulut: Selalu Mengeluh dan Tidak Pernah Puas

🔹 Dasar Al-Qur’an: Allah berfirman:

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa rasa syukur membuka pintu rezeki, sedangkan banyak mengeluh hanya akan menutup pintu keberkahan.

🔹 Kisah Teladan: Kaum Bani Israil ketika diberi manna dan salwa oleh Allah di padang pasir malah mengeluh dan minta makanan lain (QS. Al-Baqarah: 61). Karena keluhan itu, mereka justru ditimpa kehinaan.

2. Dari Tangan: Hanya Bisa Menerima, Tidak Bisa Memberi

🔹 Dasar Al-Qur’an:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Memberi atau bersedekah adalah jalan memperluas rezeki. Orang yang hanya mau menerima tanpa memberi, rezekinya akan sempit.

🔹 Kisah Teladan: Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. pernah menyedekahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Rasulullah ï·º bertanya, “Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?” Ia menjawab, “Aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya.” Karena sifat dermawannya, Allah terus melapangkan rezekinya.

3. Dari Mata: Hanya Melihat Kebaikan Diri Sendiri, Meremehkan Orang Lain

🔹 Dasar Al-Qur’an:

“Janganlah kamu memuji-muji dirimu sendiri. Dialah (Allah) yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)

Memandang diri selalu benar dan orang lain salah adalah tanda kesombongan, yang membuat hati miskin dari kebaikan.

🔹 Kisah Teladan: Iblis menolak sujud kepada Adam karena merasa lebih baik dari tanah (Adam) dan menganggap dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api (QS. Al-A’raf: 12). Kesombongan inilah yang menjadikan Iblis hina dan terlaknat selamanya.

4. Dari Hati: Tidak Bisa Melihat Orang Lain Senang, Penuh Iri dan Dengki

🔹 Dasar Al-Qur’an:

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad dan sahabat-sahabatnya) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepada mereka?” (QS. An-Nisa: 54)

Iri hati adalah penyakit yang mengikis amal kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar.

🔹 Kisah Teladan: Qabil membunuh Habil karena rasa iri. Ia tidak bisa menerima bahwa kurban Habil diterima Allah, sementara miliknya ditolak (QS. Al-Maidah: 27–31). Dengki ini membuatnya menjadi manusia pertama yang melakukan pembunuhan.

Kesimpulan

Kemiskinan bukan hanya soal harta, tetapi juga soal jiwa yang kering dari syukur, tangan yang enggan memberi, mata yang penuh kesombongan, dan hati yang diliputi iri dengki. Jika empat hal ini kita perbaiki dengan syukur, sedekah, tawadhu’, dan ikhlas, insyaAllah Allah akan membukakan pintu rezeki lahir dan batin. alluhu a'lam bisawab ....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post