YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
DIMANAKAH TINGKATAN IMAN KITA  ( tiga tingkatan anak - anak, dewasa dan orang tua )

DIMANAKAH TINGKATAN IMAN KITA ( tiga tingkatan anak - anak, dewasa dan orang tua )

Tingkatan Iman Anak Anak

Iman yang kita punya dalam kehidupan ini tergolong kepada tiga tingkatan :

1. Tingkatan anak anak adalah dia percaya kepada allah itu ada, percaya allah itu mendengar, percaya allah itu melihat. kepercayaan seperti ini sangat banyak kita mendengarkan dalam kehidupan sehari hari baik orang dewasa anak anak bahkan orang tua sekalipun mengatakan saya percaya allah itu melihat allah itu ada allah itu mendengar. jika kita mengatakan kepada seseorang saya melihatnya lewat disini, hanya dengan kata lewat disini bisa jadi dia mengetahui saja bisa jadi dia melihat dengan matanya dengan sedikit saja. kita melihat tersebut ada yang bisa kita pertanggung jawabkan ada juga hanya sekedar saja, kondisi anak yang melihat coba kita perhatikan dia sedang asyik bermain kita bertanya adakah melihat temanmu yang bernama rizki lewat disini apa jawaban kebanyakan anak anak pasti dia menjawab ada dia lewat disini dia tidak lengkap mengatakan cuman sekedar saja. beginilah iman seseorang yang dikatakan tingkat anak anak hanya sekedar melihat hanya sekedar mengetahui hanya sekedar mendengar tidak ada perhatian sedikitpun apa yang dia lihat,dengar dan percaya. pengetahuan kita kepada allah terkadang ada juga seperti kita todak mau tau bagaimana cara melihat allah mengetahui allah dan mendengarkan allah. ini memang dengan ilmu bukan dengan umur bukan juga dengan kekuatan bathin kita, ilmu agama dan umum tidak ada perbedaan dalam melihat allah sebab banyak orang yang sadar dengan menetahui sesuatu dari pelajaran umum dia sadar begitu besar kehadiran allah dalam perkembangan penglihatan tersebut.

Tingkatan Iman Orang Dewasa

2. Tingkatan orang dewasa, orang dewasa melihat, mendengar dan percaya tentu ada perbedaannya dengan anak anak, coba kita perhatikan orang dewasa mendengar melihat dan percaya ada sesuatu yang dirasakan ada pengaruh penglihatannya dan pendengaranya, seperti itu juga tingkatan iman jika sudah meningkat kepada dewasa dia merasakan dia dilihat allah dia merasakan dia didengar allah. iman tingkat orang dewasa ini sudah ada hubungan atau pengaruh dalam apa yang dia lihat dan dengar. seorang dewasa dia melihat allah bukan dia melihat saja tapi sudah ada perasaan nya bahwa allah melihatnya ada sebuah perasaan kehadiran allah didepannya, sudah ada perasaannya allah itu mendengarnya walaupun dia tidak merasakan walaupun dia tidak melihat secara sahir mata atau secara pendengarannya. perasaan ini tidak mudah ditimbulkan oleh anak anak mendengar yang kelihatan saja melihat apa yang dilihatnya saja peningkatan yang kedua ini sudah ada hubungan perasaan dengan allah. perasaan ini datang atau timbul juga dengan ilmu bukan datang dari berapa umur kita atau berapa hebat kita, sekarang ilmu tinggi perasaan belum juga datang. baik ilmu agama maupun ilmu umum banyak orang ilmu agamanya tinggi namun kehadiran allah dalam menjaganya melihatnya belum juga timbul dalam kehidupannya. untuk kita lihat diri kita masing masing sudah berapa umur kita sudah termasuk dewasa namun penglihatan, pandangan dan kepercayaan kita belum lagi masuk kedalam perasaan. hanya sekedar lewat saja hanya sekedar pandangan saja hanya sekedar keparcayaan saja. yang mengetahui ini adalah kita sendiri.

Tingkatan Iman Orang Tua

3. Tingkatan yang ketiga ini meningkat lagi dengan penglitan pendengaran dan kepercayaan orang tua bukan umurnya tapi ilmu nya, jika dia sudah termasuk kepada orang tua dia akan mengatakan dia kaya dilihat orang atau dia memang kaya tapi dia mengatakan bukan saya yang kaya tapi Allah, begitu juga dia pintar namun dia mengatakan bukan saya yang pintar tapi Allah. keimanan yang sudah bergantung dan menjadikan Allah semuanya, namun ingat juga jangan semua perbuatan dan penglihatan dikatakan Allah nanti sebab ada juga yang lemah disini disaat dia berbuat jahat dia mengatakan ini perbuatan Allah. membedakan ini juga kita harus berhati hati. sebuah contoh kita dapat musibah kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita iginkan baik itu jodoh keberhasilan dll nya apakah kita boleh mengatakan ini perbuatan Allah ini Allah yang menginginkan ini Allah yang memberikan sehingga kita bahagia saja dengan kondisi kejahatan. tingkatan yang ketiga ini atau dewasa ini sangat tinggi kehati hatianya sebab sangat dikuaatirkan kejahatan dan kejelekan di katakan perbuatan Allah, memang untuk menyenangkan hati kita mengatakan ujian dan cobaan ini adalah kehendak Allah namun kita tidak boleh mengatakan apalagi menduga ini adalah perbuatan Allah sehingga kita diam saja. Allhu A,lam bisawab...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post