BEKERJA
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, kecuali menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari no. 2320, Muslim no. 1553)
Ini menunjukkan bertani bukan hanya pekerjaan mencari nafkah, tapi juga ladang pahala.
Allah menegaskan bahwa hasil bumi adalah karunia yang paling banyak disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dialah yang menjadikan bumi untukmu yang mudah dijelajahi, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu kembali (setelah dibangkitkan).” (QS. Al-Mulk: 15)
Bertani langsung berhubungan dengan sumber rezeki murni dari bumi.
2. Bertani Lebih Dekat dengan Fitrah dan KeberlanjutanBertani menciptakan kemandirian pangan, berbeda dengan pedagang yang hanya memutar barang, atau PNS yang bergantung pada gaji negara.
Bertani menjaga alam, menghidupkan tanah, dan memberi manfaat luas.
“Dan Allah menumbuhkan bagi kamu dengan perantaraan bumi, tanam-tanaman...” (QS. Nuh: 17)
3. Perbandingan dengan Pekerjaan Lain a) PNS (Pegawai Negeri Sipil)Pekerjaan yang mulia karena melayani masyarakat dan negara.
Dalilnya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, Thabrani)
Namun, PNS tetap bergantung pada anggaran negara, tidak menghasilkan langsung dari bumi.
b) PedagangNabi Muhammad ﷺ sendiri adalah pedagang, dan beliau memuji pedagang yang jujur:
“Pedagang yang jujur lagi amanah, akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi no. 1209)
Akan tetapi, perdagangan rawan penipuan, riba, dan ketidakjujuran bila tidak hati-hati.
c) BertaniPekerjaan yang paling dekat dengan sedekah dan keberkahan, karena setiap hasil panen yang dimakan makhluk Allah dicatat pahala.
Lebih sedikit fitnah dunia dibanding perdagangan atau jabatan.
Rasulullah ﷺ sendiri bersabda:
“Tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud a.s. makan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari no. 2072)
Bertani termasuk usaha tangan sendiri yang halal dan bersih.
4. Kesimpulan
Semua pekerjaan halal mulia, baik PNS, pedagang, maupun petani.
Namun, bertani memiliki keutamaan khusus karena:
Memberi manfaat luas (makanan untuk manusia dan hewan = sedekah).
Paling sesuai dengan fitrah manusia dan bumi.
Lebih terjaga dari praktik curang dan riba.
Dicintai Allah karena menghasilkan rezeki langsung dari bumi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan