Renunungan maulid nabi muhamad saw
Renungan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah momen yang sangat agung bagi umat Islam. Allah SWT mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana firman-Nya:
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Kelahiran Rasulullah SAW di Mekah pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal, menjadi titik terang bagi dunia yang saat itu diliputi kegelapan jahiliyah.
Kisah-Kisah Inspiratif dari Nabi SAWKisah Nabi SAW dengan Wanita Tua Yahudi Suatu hari, seorang wanita Yahudi sering meletakkan kotoran dan duri di jalan yang dilalui Nabi. Namun, ketika wanita itu sakit, Nabi justru menjenguknya dan menawarkan pertolongan. Wanita itu pun tersentuh dengan akhlak beliau, hingga masuk Islam. Kisah ini mengajarkan kita bahwa kelahiran Nabi adalah cahaya kasih sayang, bukan kebencian. kasih sayang diantara kita tidak melihat keterunan, suku, jabatan apalagi penghasilan. kita diajari oleh nabi samakan mereka semuanya jangan karena dia miskin kita menghina mereka dan jangan dia kaya kita merajakan mereka tapi kita harus melihat dari sudut kasih sayang. coba kita bayangkan jika ada teman kita yang berbuat jahat kepada kita apakah kita bisa orang yang pertama datang menolong mereka atau setidaknya disaat dia mendapatkan musibah bisakah kita hadir ditengan tengah kesedihan mereka tersebut. ini pertanyaan yang kita jawab dengan hati sanbari yang suci dan bersih.
Kisah Kesabaran Nabi SAW di Thaif Ketika berdakwah ke Thaif, Nabi dilempari batu hingga tubuhnya berdarah. Malaikat Jibril menawarkan untuk membinasakan penduduk Thaif, tetapi Nabi menolaknya seraya berdoa:
“Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” Dari kisah ini kita belajar, meski lahir untuk membawa kebenaran, beliau tetap penuh kasih bahkan kepada orang yang menyakitinya. seorang pendakwah hari ini banyak mendapatkan tantangan yang luar biasa seakan akan kita banyak tabah dan sabar, bahkan orang atau jamaah yang kita hadapi sukses dari segi ekonomi namun ibadah nya kurang sopan santunya kurang ilmu agamanya kurung, orang seperti ini harus dengan tabah dan sabar bukan dengan marah apalagi mencaci mereka sebab keberhasilan seorang pendakwah adalah samapinya dakwah kepada mereka dan berubah dari yang jahat menjadi baik. kekutan batin dan kekutan mental kita harus siap dilapangan menghadapi mereka semua.
Kisah Nabi SAW Membagi Makanan Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat sederhana. Beliau sering lapar, namun jika memiliki makanan, selalu dibagi kepada orang lain terlebih dahulu. Pernah suatu hari beliau hanya memiliki beberapa butir kurma, tetapi tetap dibagikan kepada anak-anak kecil di sekitar masjid. Kelahiran Nabi mengajarkan kita arti kepedulian dan cinta kepada sesama. kepedulian ini sangat terkantung kepada sosial kita ditengah masyarakat jika tetangga kita mengatakan kita baik maka itulah buah ibadah kita namun sebaliknya jika tetangga kita belum mengatakan kita baik maka ibadah yang kita laksanakan belum berbuah atau dalam artian ibadah enak namun belum ada bukti fisiknya dalam lingkungan, jangan beribadah untuk menyenangkan qalbu saja tapi ibadah yang kita laksanakan ada bukti fisik dalam lingkungan dan tentangga kita..
Kisah Nabi SAW dengan Anak Kecil Rasulullah SAW selalu menyapa anak-anak kecil di jalan, menggendong mereka, bahkan ikut bermain dengan mereka. Salah satu contohnya adalah saat beliau bertemu cucunya Hasan dan Husain, beliau berlari kecil untuk menyambut mereka, lalu memeluk dan menciumnya. Dari sini kita belajar, kelahiran beliau adalah anugerah untuk membangun generasi penuh kasih. anak kecil bukan dari segi usia saja namun dari segi ilmu dan kekayaan untuk itu jangan kita sekali kali menganggap remeh anak kecil tersebut. banyak dengan keremehan kita ini membuat kita sombong dan angkuh.
Pesan RenunganPeringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengingat tanggal lahir beliau, melainkan momen untuk meneladani akhlaknya:
Lemah lembut dalam berdakwah.
Sabar dalam menghadapi cobaan.
Dermawan dalam memberi.
Kasih sayang kepada semua makhluk.
Allah SWT menegaskan:
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Mari kita jadikan momen Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi diri. Apakah kita sudah benar-benar meneladani beliau dalam ibadah, akhlak, dan muamalah? Semoga dengan merenungkan kelahiran Nabi SAW, kita semakin dekat kepada Allah, semakin cinta kepada Rasulullah, dan semakin giat menebarkan kasih sayang di bumi ini maka semangkin kita disayangi oleh penguasa langit..
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan