YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SAAT PULANG

SAAT PULANG

Cerpen: Jam Empat di Kantor KUA

Setiap pagi sebelum pukul 07.30, kami sudah berada di kantor. Semangat kerja selalu menyertai langkah kami, meski rutinitas hari demi hari hampir tak ada bedanya. Ada yang pulang makan siang ke rumah karena dekat, ada juga yang tetap di kantor dengan bekal dari rumah. Ada yang memilih beristirahat sebentar di sela-sela waktu luang, namun semua tugas selalu terselesaikan dengan baik.

Kantor kami terbagi dalam beberapa bagian: ada yang duduk di depan menerima tamu, ada penyuluh yang selalu siap ke lapangan, dan ada penghulu yang sibuk dengan pernikahan. Semuanya berjalan biasa saja.

Kami biasanya merasa sangat senang setelah sholat Ashar berjamaah. Kami bersalaman, lalu menunggu waktu menunjukkan pukul 16.00 agar bisa absen online. Momen itu terasa hangat—ada yang bercanda, ada yang sudah menyiapkan tas di atas motor Honda, menunggu detik-detik pulang.

Tapi, setiap kali jarum jam mendekati pukul 16.00, selalu ada satu hal aneh.

Di ruang tengah, terdengar suara tawa samar—bukan tawa kami. Suara itu seperti datang dari ruangan kosong, padahal semua pegawai sudah berkumpul di depan. Kadang seperti suara anak kecil tertawa, kadang seperti gumaman orang yang sedang berdoa dengan nada berat.

Kami pernah mencoba mencari sumbernya. Saat suara itu terdengar, kami beramai-ramai membuka setiap pintu ruangan. Kosong. Hanya meja, kursi, dan tumpukan berkas. Bahkan kadang, dan lampu sudah mati, tapi suara tetap terdengar.

“Ah, mungkin hanya suara burung dari kebun sebelah,” kata salah satu teman. Kami pun tertawa, pura-pura tak peduli. Tapi dalam hati, rasa penasaran tak pernah hilang.

Puncaknya terjadi pada suatu sore. Seperti biasa, kami bersiap-siap absen online. Tiba-tiba, monitor komputer di ruang depan menyala sendiri, padahal tidak ada yang menekan tombol. Layar itu menampilkan absensi yang siap untuk di isikan oleh siapa yang mau sebab kebanyakkan mengambil absennya dari hp nya.

Kami saling berpandangan. Sunyi. Bahkan canda pun hilang.

“Bisa jadi sistem error,” ucap seorang teman dengan suara bergetar, mencoba menenangkan. Tapi entah kenapa, udara di ruangan itu terasa dingin sekali, meski AC tidak ada. ada juga yang mengatakan sudah jam 16.00 padahal satu minit lagi semua teman tersenyum saja..

Hari-hari berikutnya, kejadian serupa terus berulang. Suara-suara asing selalu muncul menjelang pukul 16.00, seolah ada yang ikut bersama kami menunggu waktu pulang. Kadang pintu depan bergoyang sendiri, kadang ada bayangan yang terlihat melintas di kaca meski tak ada orang lewat.

Sejak itu, meski kami masih bisa tertawa dan bercanda saat absen, selalu ada rasa lain yang tak bisa diusir. Seperti ada yang ikut duduk di antara kami, diam, menunggu jam empat sore bersama-sama.

Kami bekerja di KUA, tempat yang penuh doa dan akad sakral. Tapi entah kenapa, setiap menjelang jam pulang, kantor itu selalu menyimpan satu misteri... yang tak seorang pun berani benar-benar mencari jawabannya....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post