'BANJIR BANDANG'
Musibah Gelodoh di Sumatera: Antara Takdir Allah dan Kesalahan Manusia
(Kajian Qur’ani, Ilmiah, dan Lingkungan Hidup)
Pendahuluan
Bencana gelodoh yang melanda beberapa kawasan di Sumatera—baik berupa banjir bandang, longsor, maupun aliran lahar dingin—sering dianggap sebagai musibah alam semata. Namun, bila ditelusuri lebih dalam, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia menjadi faktor yang sangat menentukan. Penebangan pohon secara masif, alih fungsi hutan, dan ketidakpedulian terhadap keseimbangan alam mempercepat terjadinya bencana.
Al-Qur’an telah menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut banyak muncul akibat perbuatan manusia. Ilmu kebumian juga menjelaskan bahwa hutan dan pepohonan adalah “penyangga bumi” yang menjaga air, tanah, udara, dan kehidupan.
Dalam tulisan ini penulis mencoba menggabungkan dalil agama dan ilmu bumi sehingga pembaca lebih memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari ketaatan kepada Allah, dan merusaknya adalah penyebab datangnya musibah.
1. Kerusakan Lingkungan dalam Pandangan Al-Qur’an
1. Kerusakan yang Ditimbulkan oleh Manusia
Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ...
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia… (QS. Ar-Ruum: 41).
Ayat ini sangat relevan dengan kondisi Sumatera hari ini. Kerusakan tidak muncul tiba-tiba, tetapi merupakan akumulasi perbuatan manusia, terutama:
Penebangan pohon tanpa izin (illegal logging) Penggundulan hutan untuk kebun, tambang, dan bangunan Pembiaran sampah dan limbah Mengganggu daerah resapan airPara mufassir menjelaskan bahwa “fasad” mencakup: hilangnya keseimbangan alam, banjir, kekeringan, tanah longsor, dan bencana lain yang secara sebab-akibat dilakukan manusia sendiri.
1. Amanah Memelihara Bumi
Allah mengangkat manusia sebagai khalifah:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Dan janganlah kalian membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. (QS. Al-A‘raf: 56)
Ayat ini mengingatkan bahwa alam sudah Allah ciptakan dalam keadaan seimbang, dan manusialah yang sering merusaknya.
2. Hubungan Hujan, Tanah, dan Tumbuhan
Al-Qur’an menyebut pepohonan dan hujan sebagai sistem yang saling terkait:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ
(QS. Luqman: 10)
Air hujan → masuk ke tanah → menghidupkan tumbuhan → tumbuhan menjaga tanah → tanah menjaga air.Jika salah satu dihancurkan, terutama pohon, maka seluruh sistem terganggu dan muncullah bencana.
2. Ilmu Bumi: Mengapa Penebangan Pohon Menyebabkan Gelodoh?
1. Peran Pohon dalam Menahan Air
Menurut ilmu hidrologi, satu pohon besar dapat:
Menyerap ± 200–500 liter air per hari Menahan aliran permukaan hingga 30 kali lebih baik dari tanah gundul Akar mengikat tanah sehingga tidak mudah runtuh Daun menahan derasnya hujan sehingga tidak langsung menghantam tanahKetika pohon ditebang, air hujan jatuh langsung ke tanah → tanah menjadi jenuh → air tidak sempat meresap → akhirnya mengalir deras ke bawah dan membentuk gelodoh.
1. Bukti Ilmiah
Para ahli Geologi dan Kehutanan Indonesia menyebut empat penyebab utama banjir bandang dan galodo:
Lereng curam di daerah pegunungan Curah hujan tinggi Topografi yang terbuka akibat penebangan pohon Sedimen dari atas bukit ikut turun bersama arus airJika hutan masih utuh, gelodoh hampir tidak mungkin terjadi meski hujan sangat deras. Tetapi jika hutan rusak, hujan 1–2 jam saja cukup membuat bencana.
2. Siklus Air Terganggu
Hutan berfungsi sebagai:
“Mesin pembuat awan” “Spons raksasa penyimpan air” “AC alam” yang mengatur suhu dan uap airJika hutan habis, air hujan tidak tersimpan. Akibatnya:
Musim hujan → banjir bandang Musim kemarau → kekeringanSemuanya karena satu kesalahan: mengabaikan fungsi pohon.
3. Pohon sebagai Penjaga Kehidupan
1. Manfaat Pohon menurut Sains
Menghasilkan oksigen – 1 pohon besar menyediakan oksigen bagi 2–4 orang per hari. Menahan erosi – Akar membuat lereng lebih kokoh. Menjaga kualitas air – Menyaring air hujan sehingga jadi air tanah bersih. Menyimpan karbon – Mengurangi dampak pemanasan global. Menstabilkan iklim lokal – Membuat daerah lebih dingin dan lembap.2. Manfaat Pohon menurut Syariat
Nabi ﷺ bersabda:
"Jika kiamat tiba, sementara di tanganmu ada benih pohon, maka tanamlah."(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa menanam pohon adalah amal jariyah, bahkan ketika dunia hampir kiamat.
Nabi juga bersabda:
"Tidaklah seorang muslim menanam pohon, kecuali menjadi sedekah baginya…"(HR. Muslim)
Ini adalah motivasi syar’i agar umat Islam peduli terhadap lingkungan.
4. Mengapa Gelodoh di Sumatera Sering Terjadi?
Berbagai penelitian menyebut penyebab berikut:
1. Penebangan Pohon Masif
Gunung Marapi, Gunung Talang, Gunung Singgalang, dan daerah Barisan lainnya memiliki hutan yang semakin tipis. Banyak bukit berubah jadi:
Kebun jagung Kebun sawit Kawasan pemukiman Lahan tambangAkibatnya ketika hujan datang, tidak ada lagi penahan air.
2. Sungai yang Menyempit
Bantaran sungai dijadikan rumah, warung, bahkan tempat penimbunan.
3. Hujan Ekstrem Akibat Perubahan Iklim
Curah hujan di Sumatera Barat meningkat hingga 20–30% menurut BMKG.
Bila hutan rusak + hujan ekstrem = gelodoh pasti terjadi.
5. Bagaimana Hujan “Diperintah” oleh Allah? (Kajian Dalil & Sains)
1. Dalil tentang Hujan
Allah berfirman:
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ
(QS. Al-Anfal: 11)
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا(QS. Ar-Rum: 48)
Ayat ini menunjukkan proses ilmiah:
Angin bertiup Mengangkat uap air Membentuk awan Hujan turun2. Peran Hutan dalam Pembentukan Hujan
Sains menunjukkan:
Pohon menguapkan air melalui daun (transpirasi) Uap air ini naik dan bergabung dengan awan Awan bertambah tebal dan menurunkan hujanDengan kata lain:
“Tanpa pohon, hujan berkurang. Hutan rusak → cuaca panas → kekeringan → lalu ketika hujan datang sedikit saja, langsung banjir.”
Hutan bukan hanya objek yang menerima hujan, tetapi juga pembuat hujan.
6. Contoh Nyata: Mengapa Gelodoh Terjadi?
1. Contoh di Sumatera Barat
Beberapa kejadian gelodoh terjadi karena:
Lereng Marapi yang gundul Banyak tebing rawan longsor Sungai aliran lahar dingin tidak steril dari bangunan Banyak akar pohon hilang sehingga tanah mudah jatuhKetika hujan besar turun, air membawa:
Batu besar Tanah Pohon tumbang Lumpur pekatMasyarakat menyebutnya galodo/gelodoh.
2. Contoh Sederhana untuk Dipahami
Bayangkan sebuah ember berisi spons besar (hutan). Jika kita tuang air:
Air meresap → tersimpan → mengalir perlahan.Tetapi jika spons dibuang (hutan hilang):
Air kita tuang sedikit saja, langsung tumpah semua.Begitulah bumi tanpa pohon.
7. Penutup: Jalan Keluar Menurut Qur’an & Sains
Menurut Qur’an
Tidak merusak bumi setelah Allah memperbaikinya Menanam pohon (amal jariyah) Taubat dan memperbaiki diri Melakukan kesadaran kolektif masyarakat
Menurut Ilmu Bumi
Reboisasi besar-besaran Hutan lindung harus steril dari aktivitas Tidak membangun di bantaran sungai Memperbaiki alur sungai dan drainase Membuat daerah tangkapan air (water catchment)
Kesimpulan
Musibah gelodoh di Sumatera bukan sekadar bencana alam, tetapi gabungan antara:
Takdir Allah, dan Kesalahan manusia yang merusak ekosistem.Al-Qur’an, hadis, dan ilmu bumi semuanya sepakat bahwa pohon adalah penjaga bumi. Ketika pohon hilang, hujan yang seharusnya membawa rahmat berubah menjadi bencana.
Menjaga alam adalah bagian dari iman, dan menebang hutan sembarangan adalah salah satu sebab datangnya musibah, siapa yang mau disalahkan apakah pemerintah atau masyarakat ....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
