YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bisikan Malam di Usia Senja 'RENUNGAN JIWA'

Bisikan Malam di Usia Senja 'RENUNGAN JIWA'

Bisikan Malam di Usia Senja: Sebuah Renungan Jiwa

Umurku kini telah berkepala empat. Bahkan di sekelilingku ada yang telah berkepala lima, enam, dan seterusnya. Usia yang tak lagi muda, usia yang semestinya telah matang dalam iman dan tenang dalam ibadah.

Pada suatu malam, aku terbangun dari tidurku. Malam itu hening, sunyi, sepi—tak ada satu pun manusia yang bisa diajak bicara. Seakan-akan aku sedang berdiri sendiri, berhadapan langsung dengan Tuhan Sang Pencipta.

Aku pun bangkit, mengambil air wudu, membersihkan diri dan jiwa. Lalu aku shalat dua rakaat, dan setelahnya aku beristighfar, memohon ampunan. Namun di saat itulah, di kedalaman jiwaku, muncul bisikan yang begitu kuat dan menggetarkan.

“Aku shalat… tapi apakah aku memahami bacaan shalatku? Apakah aku mengerti maknanya? Apakah benar ada rasa hubunganku dengan Allah?”

Al-Fatihah yang setiap hari kubaca, aku tak tahu artinya. Bahkan baris demi baris yang keluar dari lisanku, aku tak sungguh-sungguh memahaminya.

Aduhai rinduku… Aduhai kasihku…

Padahal para ulama, Imam Syafi’i dan para imam tasawuf telah mengajarkan: shalat bukan sekadar gerakan dan bacaan, melainkan pertemuan hati dengan Allah, rasa hadir di hadapan-Nya, khusyuk yang lahir dari pengenalan dan cinta.

“Aduhai… aku masih jauh,” bisik batinku lirih.

Bisikan itu berlanjut, semakin dalam menusuk kesadaran: “Mengapa aku tak sanggup melaksanakan shalat berjamaah setiap waktu? Padahal waktuku lapang, jaraknya dekat, waktunya singkat. Mengapa aku menunda, bahkan meninggalkannya?”

Hatiku gelisah. Kenapa… kenapa aku seperti ini?

Lalu datang lagi pertanyaan yang lebih menyayat: “Mengapa shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib tak lagi aku kerjakan? Padahal aku mampu. Padahal aku punya waktu.”

Bahkan setelah shalat fardu, aku berlalu begitu saja— tanpa munajat, tanpa istighfar, tanpa shalat sunnah.

“Ya Allah… aku benar-benar jauh dari-Mu.”

Shalat wajibku saja aku ragukan kualitasnya, apalagi shalat-shalat sunnah yang dulu pernah menghidupkan malam-malamku.

Air mataku pun tak terbendung. Malam itu aku menangis— bukan karena dunia, melainkan karena rasa bersalah yang menumpuk di dada.

Aku teringat orang-orang kampung di masa lalu, yang membawa air wudu dari sumur sejak Magrib, untuk dipakai shalat Isya dan Tahajud di malam hari. Rumah mereka tak punya kamar mandi, tak punya kemudahan seperti sekarang.

Sedangkan aku— air tersedia di kamarku, wudu begitu mudah, tempat shalat pun dekat. Namun mengapa Tahajud itu menghilang dari hidupku?

Aku bekerja siang hari, namun tak sampai membanting tulang, tak pula terlalu letih. Lalu apa alasanku?

Batinku terus bertanya, semakin dalam: “Apa salahku? Apa dosaku? Waktu ada, tempat ada, kesempatan ada— tapi mengapa aku tidak melaksanakannya?”

Aku malu… malu pada Allah, malu pada diriku sendiri.

Di tengah tangisan itu, aku berjanji dalam hati: aku akan kembali— memperbaiki shalatku, menghidupkan shalat sunnahku, menjemput kembali Tahajudku, dan mendekat kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.

Maka aku pun bertanya pada diriku sendiri: apakah kegelisahan batin seperti ini tanda hidayah dari Allah? Ataukah jeritan jiwa yang terlalu lama tertidur, dan kini dibangunkan kembali?

Jika masih ada bisikan suci di dalam batin, yang mengajak pada taubat dan perbaikan diri, bukankah itu karunia?

Betapa patut kita bersyukur, selama hati ini masih gelisah karena Allah, sebab kegelisahan itu adalah awal dari perjalanan pulang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post