YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
'INVESTASI YANG TERBAIK'

'INVESTASI YANG TERBAIK'

Setiap orang tua mendambakan anaknya berhasil, baik dalam urusan agama maupun ekonomi. Pada zaman dahulu, sekitar tahun 1960-an, banyak ayah yang hidup dalam keterbatasan pendidikan. Ada yang hanya tamat sekolah dasar, bahkan ada pula yang tidak sempat menamatkan sekolah sama sekali. Namun keterbatasan itu tidak menghalangi besarnya harapan mereka kepada anak-anaknya. Seorang ayah pada masa itu sering berpesan dengan bahasa sederhana namun penuh makna, “Sekolahlah nak, besok kamu harus jadi orang.” Ia tidak banyak bertanya bagaimana sistem pendidikan di sekolah, tidak pula memahami teori mendidik anak. Bahkan ketika anaknya dimarahi guru di sekolah, sang ayah tetap menegur dan memarahi anaknya, bukan membela kesalahannya. Pendidikan zaman dahulu memang tertinggal dari segi fasilitas dan metode, tetapi orang tua memiliki kelebihan besar: kedekatan hati. Mereka mendidik dengan keteladanan, kedisiplinan, dan sentuhan rasa. Banyak cerita orang dulu yang mengutamakan akhlak, adab, dan tanggung jawab sebelum mengejar kepandaian, karena mereka yakin keberhasilan sejati lahir dari hati yang dibina dengan benar.

Anak sejatinya adalah harta yang paling utama dalam kehidupan. Harta benda yang kita kumpulkan akan kita tinggalkan dan bisa saja hilang, habis, atau berpindah tangan. Namun anak yang saleh dan salehah, ketika kita tinggalkan, justru akan menjadi penjaga amanah dan penolong kita di dunia dan akhirat. Patut kita renungkan, suksesnya seorang orang tua bukan hanya diukur dari banyaknya kekayaan, tetapi dari kemampuannya menciptakan anak yang beriman, berakhlak, dan berbakti. Anak yang saleh akan membantu orang tuanya dengan doa, dengan akhlaknya, dan dengan amal-amal baik yang terus mengalirkan pahala meskipun orang tuanya telah tiada. Doa anak yang tulus adalah cahaya bagi orang tua, penguat di alam kubur, dan penolong di hadapan Allah SWT kelak.

Harta dan kekayaan pada akhirnya akan kita tinggalkan. Tidak jarang harta itu justru menjadi sumber perselisihan, diperebutkan oleh masyarakat bahkan oleh keluarga sendiri. Sebaliknya, anak yang saleh akan membantu orang tuanya dengan jalan yang terbaik, baik di dunia maupun di akhirat. Ia menjaga nama baik orang tua, meneruskan kebaikan, dan tidak pernah putus mendoakan. Bandingkan dengan kondisi anak yang tidak saleh; ketika orang tuanya meninggal dan dikuburkan, ia sibuk dengan urusannya sendiri, asyik berfoto, tertawa, dan lalai dari doa. Tidak ada kepedulian, tidak ada tangisan penyesalan, apalagi doa yang tulus. Dari sinilah kita memahami bahwa investasi terbaik dalam hidup bukanlah harta, melainkan mendidik anak menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia, karena merekalah yang akan setia menemani kita hingga kehidupan akhirat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post