YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JABATAN YANG TAK PERNAH DATANG ...

JABATAN YANG TAK PERNAH DATANG ...

JABATAN: AMANAH YANG TIDAK SELALU DATANG SAAT DIMINTA

Pada tulisan-tulisan terdahulu telah kita bahas tentang rezeki dan jodoh. Kini tibalah saatnya kita merenungkan satu perkara penting lainnya dalam hidup manusia, yaitu jabatan. Ada empat perkara dalam hidup yang sering kali tidak bisa kita tawar-menawar dan tidak sepenuhnya bisa kita rencanakan: rezeki, jodoh, kematian, dan jabatan.

Jabatan terkadang datang di saat yang tidak pernah kita impikan, dan sebaliknya, ada pula jabatan yang sangat kita inginkan, kita kejar dengan sungguh-sungguh, namun tak pernah juga datang. Di sinilah kebijaksanaan para ulama berbicara.

Imam Syafi‘i رحمه الله pernah mengingatkan:

“Janganlah engkau memberikan jabatan kepada orang yang memintanya.”

Sebab, orang yang terlalu berambisi pada jabatan sering kali lebih mencintai kedudukan daripada amanahnya.

Jabatan dan Cara-Cara Mencarinya

Dalam realitas kehidupan, jabatan adalah sesuatu yang banyak diinginkan. Tidak sedikit orang mencarinya dengan cara yang tidak main-main:

ada yang menggunakan pendekatan uang,

ada yang menempuh pendekatan pejabat,

bahkan ada pula yang mendekati dukun, berharap jalan pintas terbuka.

Sebagian orang menjanjikan bayaran, sebagian lain menawarkan kesetiaan dengan istilah “titipan”, seolah jabatan adalah barang yang bisa diselipkan.

Sejarah mencatat, banyak jabatan diperoleh bukan karena keahlian, tetapi karena kedekatan dan kepentingan. Padahal, jabatan sejatinya bukan hadiah, melainkan beban amanah.

Peringatan Al-Qur’an dan Hadis

Allah SWT dengan tegas mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58)

Rasulullah ﷺ pun bersabda kepada Abu Dzar ketika ia meminta jabatan:

“Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan jabatan itu adalah amanah. Ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan benar dan menunaikan kewajibannya.” (HR. Muslim)

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kami tidak akan memberikan jabatan kepada orang yang memintanya dan orang yang berambisi terhadapnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa jabatan bukan soal ingin atau tidak, tetapi soal sanggup atau tidak menunaikannya.

Riwayat Nabi Yusuf: Meminta Jabatan dengan Ilmu

Al-Qur’an juga mencatat satu pengecualian penting, yaitu Nabi Yusuf عليه السلام:

“Jadikanlah aku bendaharawan negeri ini, sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.” (QS. Yusuf: 55)

Permintaan Nabi Yusuf bukan karena ambisi, melainkan karena keahlian dan kebutuhan umat. Inilah perbedaan antara meminta jabatan karena nafsu dan siap memikul amanah karena kompetensi.

Jabatan: Mengangkat atau Menjatuhkan

Buya Hamka رحمه الله berkata:

“Kekuasaan itu bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk dipertanggungjawabkan. Banyak orang kelihatan besar karena jabatan, padahal jiwanya kecil.”

Sementara Prof. Quraish Shihab mengingatkan:

“Jabatan adalah ujian. Ia dapat meninggikan derajat seseorang, tetapi juga bisa menjatuhkannya lebih dalam daripada sebelumnya.”

Sejarah manusia penuh dengan kisah pemimpin hebat yang akhirnya tumbang, bukan karena kurang cerdas, tetapi karena salah menggunakan amanah.

Bahkan sering kita saksikan: seseorang sudah dijadwalkan dilantik, tinggal hitungan hari, bahkan jam, namun batal dengan berbagai alasan. Semua itu menjadi bukti bahwa jabatan bukan sepenuhnya di tangan manusia, melainkan ketentuan Allah SWT.

Jabatan bukanlah penentu kemuliaan seseorang. Sebab, banyak orang dihormati sebelum menjabat, dan banyak pula yang dicaci setelah berjabatan.

Maka, jika jabatan datang kepada kita, terimalah sebagai amanah. Jika tidak datang, jangan bersedih, karena boleh jadi Allah sedang menjaga kita dari beban yang tidak sanggup kita pikul.

Jabatan bukan tentang siapa yang paling ingin, tetapi siapa yang paling amanah, JABATAN JANGAN DIMINTA DAN DICARI SEBAB DISAAT PERGI DIA AKAN MENJADI DURI DALAM KEHIDUPAN.. JABATAN TAK BOLEH DITOLAK KARENA JABATAN TERSEBUT ADALAH AMANAH...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post