YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
..... KUCINGKU....

..... KUCINGKU....

SAMBUNGAN...CERPEN,,,,

Blu Blu, kucing kesayangan kami, sempat menghilang beberapa hari. Saat itu hatiku penuh kecemasan. Meski sudah kubelikan makanan enak, yang hanya dimakannya sedikit, aku tetap merasa kehilangan. Kami sempat pasrah, takut kehilangan dia selamanya.

Namun, beberapa hari kemudian, Blu Blu muncul kembali. Tanpa menunggu lama, kami memberinya makan. Kali ini, ia lahap menyantapnya. Hatiku seketika bahagia; seolah memberi tanda bahwa ia mulai pulih. Simomoy, kucing kami yang lain, ikut gembira. Mereka tampak saling bercakap-cakap dalam bahasa kucingnya, seolah berbagi cerita tentang hari-hari yang telah mereka lewati.

“Aku sedih saat hilang,” kataku pada Blu Blu. “Aku tak ingin menyusahkan tuanku di rumah ini. Selagi aku bisa, aku akan berusaha sehat,” jawab Blu Blu dengan tatapan tenang, penuh pengertian.

Dua hari berlalu, dan kegembiraan Blu Blu semakin terlihat. Matanya kembali cerah, langkahnya mantap. Ia berlari-lari di halaman, berguling-guling dengan riang. Melihatnya begitu bahagia membuat kami lega. Blu Blu sudah sehat kembali.

Namun, di sisi lain, Momoy tampak murung. Tubuhnya kurang bersemangat, seakan sakit yang ia rasakan lebih berat. Maklum, ia sedang hamil. Sejak lama, laki-laki yang dulu menemaninya kini tak pernah muncul lagi. Saat ia sangat membutuhkan, hanya ada ketidakhadiran. Banyak laki-laki mendatanginya, tapi tak satupun yang benar-benar setia.

Pagi itu, momoy tampak gelisah. Ternyata Momoy keguguran. Ini kali kedua bagi momoy mengalami kehilangan yang menyakitkan. Bayi-bayi yang belum sempat bernyawa pergi terlalu cepat. Momoy tetap tersenyum meski tubuhnya lemah, tak lagi lincah saat makan. Blu Blu sedih melihat sahabatnya menderita. Momoy tak mau lagi makan, sering menghilang di rumah, baik malam maupun siang, seolah ingin menyendiri dan menyembunyikan kesedihannya.

Beberapa hari Momoy sakit. Aku merasa hatiku hancur melihatnya. Perbedaannya dengan Blu Blu adalah, Blu Blu sakit karena tubuhnya, sementara Momoy sakit karena kehilangan dan pengkhianatan. Saat ada yang peduli, ia menolak, menahan diri agar tidak merepotkan. Kesedihan dan kesetiaannya membuatku terdiam, menyesali betapa luar biasanya binatang.

Suatu hari, aku bertanya kepada penjual makanan kucing tempat kami biasanya membeli, tentang obat atau makanan khusus untuk Momoy. Setelah membelinya, Momoy mau memakannya. Blu Blu melihatnya dengan bahagia, tapi tidak ikut mengganggu. Dia tahu, sahabatnya membutuhkan perhatian lebih kali ini.

Dari pengalaman ini, aku belajar banyak. Kesetiaan binatang sungguh luar biasa. Saat sakit, mereka menjauh agar tidak menyusahkan siapapun. Meski dikhianati dan kehilangan, mereka tetap tabah. Mereka mencintai tanpa menuntut. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri: apakah kita, manusia, bisa menandingi kesetiaan dan ketulusan mereka?

Blu Blu dan Momoy mengajarkanku satu hal yang tak akan kulupakan:

......, CINTA SEJATI DAN KESETIAN TAK SELALU TENTANG KATA KATA, TAPI TENTANG KESEDIAN HADIR, DAN TETAP SETIA DALAM SUKA MAUPUN DUKA......,

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post