YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menghindari Dosa dalam Perjalanan Hidup

Menghindari Dosa dalam Perjalanan Hidup

Di bumi Allah ini, tidak ada satu pun manusia yang luput dari dosa dan kesalahan. Sejarah awal manusia telah membuktikannya. Nenek moyang kita, Adam dan Hawa, yang hidup di surga dengan segala kenikmatan, tetap diuji oleh tipu daya iblis. Padahal mereka memiliki keyakinan dan kekuatan iman, namun kelihaian setan mampu menembus pertahanan itu hingga terjadilah pelanggaran terhadap larangan Allah.

Allah berfirman:

“Dan sungguh, telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (QS. Thaha: 115)

Jika Adam saja bisa tergelincir, apalagi kita manusia biasa yang setiap hari bergelut dengan godaan dunia. Terkadang kita merasa sudah berada dalam kebaikan, merasa sudah aman karena status sebagai ustaz, buya, atau orang alim. Namun kehidupan membuktikan, banyak yang terjatuh oleh kesalahan yang tak disangka-sangka.

Ibarat seorang pencuri, ia tidak akan masuk ke rumah yang kosong. Ia mengincar rumah yang penuh harta. Demikian pula setan. Semakin tinggi ilmu dan iman seseorang, semakin besar godaan yang diarahkan kepadanya. “Jenderal setan” akan menggoda “jenderal manusia”. Maka berhati-hatilah wahai para alim, ulama, dan pendakwah. Betapa banyak di zaman ini orang yang dihormati, akhirnya tersandung oleh kesalahannya sendiri.

Usia kita pun misteri. Mungkin puluhan tahun lagi, mungkin tinggal puluhan bulan, minggu, hari, bahkan menit. Kematian datang tanpa janji. Maka bagaimana cara kita menghindari dosa dalam sisa perjalanan hidup ini?

1. Memperkuat dan Memperbarui Iman

Iman itu naik dan turun. Ia perlu diperbarui dengan majelis ilmu, nasihat, dan zikir. Muhammad bersabda:

“Perbaruilah iman kalian.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kami memperbarui iman, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Perbanyaklah mengucapkan La ilaha illallah.” (HR. Ahmad)

Allah juga mengingatkan:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.” (QS. Ali Imran: 102)

Iman yang kuat adalah benteng pertama dari dosa. Tanpa iman, manusia mudah hanyut oleh arus zaman.

2. Senantiasa Merasa Diawasi Allah (Muraqabah)

Dalam kehidupan ini ada kekuatan yang selalu melihat kita. Tidak ada satu gerak pun yang tersembunyi dari pengawasan Allah.

Allah berfirman:

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.” (QS. Al-Hadid: 4)

Dikisahkan seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya, “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku amalan agar aku tidak lagi berbuat jahat.” Maka Rasulullah bersabda, “Janganlah engkau berdusta.” (Riwayat Ahmad)

Karena ketika seseorang bertekad tidak berdusta, ia akan berpikir sebelum berbuat dosa. Jika hendak mencuri, ia sadar harus berdusta. Jika hendak berzina, ia sadar harus berdusta. Maka kejujuran menjadi pintu tertutupnya banyak kemaksiatan.

Dalam hadis Jibril disebutkan tentang ihsan:

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Inilah rasa diawasi itu. Jika ini hidup dalam hati, dosa akan terasa berat untuk dilakukan.

3. Menjaga Pergaulan dan Pandangan

Banyak dosa bermula dari pergaulan yang salah dan pandangan yang tak terjaga.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Allah juga memerintahkan:

“Katakanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (QS. An-Nur: 30)

Pandangan adalah panah beracun dari iblis. Sekali dibiarkan, ia menjadi lintasan pikiran. Lintasan menjadi keinginan. Keinginan menjadi tindakan. Maka menjaga pandangan adalah menjaga masa depan.

4. Menyibukkan Diri dengan Kebaikan

Hidup di tengah masyarakat hendaknya menjadi motor kebaikan. Jadilah penggerak organisasi, pembina generasi, penolong umat. Karena jiwa yang kosong mudah dimasuki godaan.

Allah berfirman:

“Berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Para sahabat Rasulullah tidak membiarkan waktunya kosong. Abu Bakar sibuk membantu fakir miskin, Umar bin Khattab berkeliling malam memastikan rakyatnya aman, Utsman bin Affan menginfakkan hartanya, dan Ali bin Abi Thalib mengajarkan ilmu dengan keberanian dan hikmah.

Kesibukan dalam kebaikan akan menutup pintu-pintu dosa.

5. Selalu Mengingat Kematian

Dunia ini sementara. Banyak orang sibuk mengejar dunia, namun lupa bahwa kematian mengintai setiap saat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi)

Allah berfirman:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut berlebihan, tetapi agar kita sadar. Bahwa setiap dosa akan dipertanggungjawabkan. Bahwa setiap amal akan dihitung.

Wahai saudaraku, perjalanan hidup ini bukan sekadar berjalan dari muda ke tua. Ia adalah perjalanan menuju akhirat. Setiap langkah ada hisabnya. Setiap ucapan ada catatannya.

Jangan merasa aman dari dosa. Jangan merasa paling suci. Bahkan para ulama besar pun selalu menangis takut akan akhir hidupnya. Karena yang menentukan bukan awal, tetapi akhir.

Semoga Allah menjaga langkah kita, menguatkan iman kita, membersihkan hati kita, dan memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah.

Amin ya Rabbal ‘alamin. ...ingatkan dalam renungan diri ...

Dosa ibarat bintik hitam dalam jiwa kita banyak kita berbuat dosa maka banyak juga bintik bintik hitam dalam jiwa kita, yang kita takuti bintik hitam tersebut sudah meliputi jiwa sehingga jiwa tidak lagi merasakan enaknya bertaubat tapi keinginan berbuat dosa berselindung kita dengan sang pencipta, semoga dosa dosa yang telah kita buat bisa terbersihkan oleh amal kebaikan kita ....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post