...Alquran dan hadis sumber utama jalan hidup ...
Di dunia ini begitu banyak buku yang luar biasa. Karya para filsuf, ilmuwan, motivator, bahkan tokoh-tokoh besar dunia. Ada yang menjadi best seller, diterjemahkan ke berbagai bahasa, diagungkan oleh banyak kalangan. Namun satu pertanyaan mendasar:
Adakah di antara buku-buku itu yang berani menyatakan: “Tidak ada keraguan di dalamnya”?
Hanya satu kitab yang dengan tegas menyatakan demikian, yaitu firman Allah dalam Al-Qur'an:
“Dzalikal kitabu laa raiba fiih…” “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Coba kita perhatikan buku-buku di dunia. Jika terdapat kesalahan cetak atau kekeliruan isi, akan ada catatan: "Jika terdapat kesalahan, harap hubungi penerbit."
Tetapi Al-Qur’an tidak pernah mengalami revisi. Tidak pernah mengalami koreksi manusia. Ia terjaga sejak diturunkan kepada Muhammad ﷺ hingga hari ini.
Allah sendiri yang menjamin penjagaannya:
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Inilah kitab suci yang menjadi cahaya, petunjuk, dan obat bagi hati.
Hadis: Penjelas dan Penguat Jalan HidupJika Al-Qur’an adalah sumber utama, maka hadis adalah penjelas dan penerangnya. Hadis adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad ﷺ.
Memang dalam ilmu hadis terdapat tingkatan: shahih, hasan, dan dhaif. Namun justru di situlah keagungannya. Para ulama menjaga hadis dengan sangat ketat. Mereka meneliti sanad (rantai periwayat), kejujuran perawi, hingga hafalan mereka.
Di antara ulama besar yang menyaring hadis secara ketat adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim. Mereka menghabiskan hidupnya demi memastikan umat ini tidak tersesat oleh riwayat yang lemah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku.”
Inilah dua senjata yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun di dunia ini.
Lima Pedoman Hidup dari Al-Qur’an dan HadisKita hidup di dunia ini ibarat musafir di tengah hutan. Tanpa kompas, kita akan tersesat. Tanpa cahaya, kita akan terjatuh. Maka sekurangnya ada lima perkara yang wajib kita patuhi sebagai pedoman hidup:
1. Menjaga Aqidah (Tauhid yang Murni)Dasarnya adalah firman Allah:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (QS. An-Nisa: 36)
Tauhid adalah fondasi. Hati yang bersih dari syirik akan menjadi hati yang tenang. Dalam tasawuf, inilah maqam pertama: membersihkan hati dari selain Allah.
Riwayatnya, para sahabat seperti Abu Bakar sangat takut jika dalam hatinya ada selain Allah. Ia menangis bukan karena dunia, tetapi karena khawatir imannya berkurang.
Jika tauhid rusak, seluruh bangunan amal runtuh.
2. Menegakkan ShalatShalat adalah tiang agama. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama.”
Shalat bukan sekadar gerakan, tetapi mi’rajnya orang beriman. Ketika hati benar-benar hadir, dunia terasa kecil.
Dikisahkan dalam riwayat tentang Ali bin Abi Talib, ketika anak panah dicabut dari kakinya saat ia sedang shalat, ia tidak merasakan sakit karena khusyuknya begitu dalam.
Shalat menjaga jiwa agar tetap hidup.
3. Menjaga Akhlak dan LisanRasulullah ﷺ diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Dalam hadis disebutkan:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Tasawuf mengajarkan bahwa lisan adalah cermin hati. Jika hati bersih, ucapan lembut. Jika hati kotor, kata-kata menjadi racun.
Banyak manusia rajin ibadah, tetapi lisannya menyakiti. Maka Al-Qur’an dan hadis menuntun kita agar akhlak menjadi perhiasan hidup.
4. Menuntut Ilmu yang BenarAllah berfirman:
“Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah…” (QS. Muhammad: 19)
Perintah pertama dalam Islam adalah membaca. Ilmu yang benar membimbing kita agar tidak tersesat oleh hawa nafsu.
Imam Syafi’i pernah berkata, “Barang siapa menginginkan dunia maka dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan akhirat maka dengan ilmu.”
Ilmu dari Al-Qur’an dan hadis menjadikan hati tunduk, bukan sombong.
5. Istiqamah dan Taqwa dalam KehidupanAllah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa…” (QS. Ali Imran: 102)
Taqwa adalah menjaga diri dari murka Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Dalam tasawuf, taqwa adalah kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita. Ketika sendirian, tetap jujur. Ketika berkuasa, tetap adil. Ketika mampu berbuat maksiat, memilih untuk menahan diri.
Kembali kepada CahayaWahai saudaraku…
Kita hidup di zaman yang penuh kebingungan. Banyak suara, banyak pendapat, banyak ideologi. Namun hati yang gelisah hanya akan tenang jika kembali kepada sumbernya.
Al-Qur’an adalah cahaya. Hadis adalah pelita.
Jika kita jauh dari keduanya, jiwa akan kosong. Tetapi jika kita mendekat, hati akan hidup kembali.
Mari jadikan Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tetapi pegangan. Jadikan hadis bukan hanya cerita, tetapi amalan.
Karena tanpa keduanya, kita mungkin terlihat hidup di dunia — tetapi belum tentu selamat di akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu kembali kepada Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya.
Aamiin.... perjuangan kita masih panjang untuk mengamalkan alquran dan hadist jangan kita tinggalkan alquran dan hadist ini jadikan pedoman hidup didunia dan akhirat, ibarat dua mata lampu jika tingal satu maka lampu kita kurang terang....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
