Menghindari Syirik dan Riya dalam Beribadah
I. Bahaya Syirik dalam Kehidupan
1. Pengertian Syirik
Syirik adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu dalam ibadah, keyakinan, atau harapan.
2. Syirik Tidak Akan Diampuni Jika Tidak Bertaubat
QS. An-Nisa Ayat 48
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.
3. Syirik Menghapus Amal Ibadah
QS. Az-Zumar Ayat 65
Jika kamu berbuat syirik, maka pasti akan gugur semua amalmu.
II. Bentuk Syirik yang Sering Tidak Disadari
- Mempercayai jimat sebagai penentu keselamatan
- Meminta pertolongan kepada selain Allah dalam hal yang hanya Allah mampu
- Meyakini benda tertentu membawa keberuntungan
III. Bahaya Riya dalam Ibadah
1. Pengertian Riya
Riya adalah melakukan ibadah karena ingin dipuji manusia.
2. Riya Disebut Syirik Kecil
Rasulullah SAW bersabda bahwa yang paling beliau khawatirkan adalah syirik kecil yaitu riya. (HR. Ahmad)
3. Ibadah Riya Tidak Diterima Allah
QS. Al-Ma’un Ayat 4-6
Celakalah orang yang shalat tetapi berbuat riya.
IV. Kisah Tentang Riya
Pada hari kiamat ada tiga golongan pertama yang dihisab yaitu orang alim, dermawan, dan mati syahid, tetapi dimasukkan ke neraka karena ibadah mereka untuk dipuji manusia. (HR. Muslim)
V. Tanda Orang Ikhlas
- Tetap beribadah meskipun tidak dilihat orang
- Tidak mencari pujian manusia
- Tidak kecewa ketika tidak dipuji
- Merasa cukup jika Allah mengetahui amalnya
VI. Cara Menghindari Syirik dan Riya
1. Meluruskan niat
Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menyadari bahwa Allah selalu melihat kita
3. Memperbanyak doa memohon keikhlasan
Allahumma inni a’udzu bika an usyrika bika wa ana a’lam, wa astaghfiruka lima la a’lam.
4. Menyembunyikan amal ibadah
VII. Hikmah Menjaga Keikhlasan
- Hati menjadi tenang
- Amal menjadi ringan
- Pahala menjadi besar
- Hidup menjadi berkah
VIII. Pesan Ramadhan
Ramadhan bukan hanya memperbanyak ibadah, tetapi memperbaiki niat ibadah agar semua dilakukan karena Allah semata.
.....Mari menjaga hati dari syirik dan riya agar amal ibadah diterima Allah SWT.....
Doa Penutup
Allahumma ij’al a’malana khalishatan li wajhika al-karim.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
