BENCANA ...... AGAMA
Tidak ada satu pun manusia yang menginginkan bencana. Semua ingin hidup tenang, aman, dan sejahtera. Namun dalam kenyataannya, banjir, gempa bumi, tanah longsor, wabah penyakit, dan berbagai musibah lainnya terus terjadi. Dalam pandangan agama, bencana bukan sekadar peristiwa alam, tetapi memiliki dimensi iman, akhlak, dan tanggung jawab manusia.
Allah ﷻ telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)
Ayat ini menjadi dasar bahwa sebagian bencana terjadi akibat ulah manusia sendiri, baik berupa kerusakan lingkungan maupun dosa dan kemaksiatan yang dibiarkan.
Sejarah Bencana Umat Terdahulu 1. Kaum Nabi Luth ‘Alaihissalam**Kaum Nabi Luth dikenal melakukan perbuatan keji (homoseksual) secara terang-terangan dan menolak dakwah Nabi Luth.
Allah berfirman:
“Maka ketika datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar bertubi-tubi.” (QS. Hud: 82)
Bencana yang menimpa mereka berupa gempa dahsyat dan hujan batu. Ini menunjukkan bahwa kemaksiatan yang dilegalkan dan tidak dicegah akan mengundang azab Allah.
2. Kaum ‘Ad (Umat Nabi Hud ‘Alaihissalam)**Kaum ‘Ad adalah bangsa yang kuat dan maju, tetapi sombong dan menolak kebenaran.
Allah mengirim angin topan yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam delapan hari.
“Adapun kaum ‘Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.” (QS. Al-Haqqah: 6)
3. Kaum Tsamud (Umat Nabi Shalih ‘Alaihissalam)**Kaum Tsamud membunuh unta mukjizat Nabi Shalih dan tetap ingkar.
“Lalu mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur.” (QS. Hud: 67)
Gempa dan suara keras menghancurkan mereka dalam sekejap.
4. Kaum Nabi Nuh ‘Alaihissalam**Kaum Nabi Nuh menolak dakwah selama ratusan tahun.
Allah menurunkan banjir besar yang menenggelamkan seluruh kaum yang ingkar.
“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.” (QS. Al-Qamar: 11)
Apakah Bencana Hanya Menimpa Pelaku Dosa?Sering muncul pertanyaan: jika ada bencana seperti banjir bandang, gempa bumi, atau tsunami, mengapa semua orang terkena? Apakah Allah mengumumkan sebelumnya kepada orang saleh agar pergi dari lokasi tersebut? Tidak ada pengumuman seperti itu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya manusia apabila melihat kemungkaran dan tidak mencegahnya, hampir saja Allah menimpakan azab kepada mereka secara merata.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Artinya, dalam suatu masyarakat ada yang berbuat dosa dan ada yang diam tidak mencegah. Keduanya bisa terkena musibah. Namun di akhirat nanti, setiap orang akan dibalas sesuai niat dan amalnya.
Lima Pandangan Agama Tentang Bencana 1. Bencana sebagai Azab bagi Kaum yang IngkarSebagaimana terjadi pada kaum Nabi Luth, ‘Ad, Tsamud, dan Nuh. Azab datang karena penolakan total terhadap kebenaran.
2. Bencana sebagai Teguran (Peringatan)Allah berfirman:
“Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) melainkan untuk memberi peringatan.” (QS. Al-An’am: 48)
Bencana bisa menjadi peringatan agar manusia kembali kepada Allah, meninggalkan maksiat, memperbaiki akhlak, dan menjaga alam.
3. Bencana sebagai Ujian bagi Orang BerimanTidak semua musibah adalah azab. Bisa jadi itu ujian untuk meninggikan derajat.
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Orang beriman yang sabar akan mendapatkan pahala besar.
4. Bencana sebagai Akibat Kelalaian SosialDalam Islam ada kewajiban amar ma’ruf nahi munkar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangan; jika tidak mampu maka dengan lisan; jika tidak mampu maka dengan hati, dan itu selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Jika orang alim diam, tidak menegur, tidak memperingatkan, maka kejahatan akan merajalela dan bencana bisa datang sebagai akibatnya.
5. Bencana sebagai Rahasia dan Ketetapan AllahSiapa yang selamat dan siapa yang wafat adalah rahasia Allah. Dalam satu keluarga ada yang selamat, ada yang tidak. Itu bukan ukuran siapa yang paling berdosa.
Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui.
Sikap Rasulullah ﷺ Ketika Terjadi MusibahDalam sejarah, saat terjadi gerhana matahari di Madinah, Rasulullah ﷺ segera shalat dan mengingatkan umatnya bahwa itu tanda kekuasaan Allah, bukan karena kematian seseorang.
Beliau bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika angin kencang bertiup, Rasulullah ﷺ berdoa:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”
Artinya, Nabi mengajarkan agar setiap bencana disikapi dengan:
Taubat
Introspeksi
Doa
Sabar
Tolong-menolong
Bukan saling menyalahkan.
Mari Kita Cegah BencanaBencana bisa datang karena:
Kerusakan alam
Dosa yang merajalela
Kelalaian mencegah kemungkaran
Ujian iman
Ketetapan Allah yang penuh hikmah
Maka kewajiban kita:
Menjaga lingkungan
Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
Tidak diam terhadap kejahatan
Memperbaiki diri dan keluarga
Memperbanyak doa dan taubat
Jika tidak mampu mencegah dengan tangan, cegah dengan lisan. Jika tidak mampu juga, benci dalam hati dan berdoa.
Semoga Allah menjaga negeri kita dari segala bencana, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan setiap musibah sebagai jalan kembali kepada-Nya.
Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
