KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK...
Kewajiban Orang Tua terhadap Anak
Anak adalah anugerah Allah yang paling indah dalam kehidupan rumah tangga. Ia bukan sekadar pelengkap kebahagiaan, tetapi amanah besar yang kelak akan dipertanyakan oleh Allah SWT. Di dalam diri seorang anak tersimpan masa depan keluarga, masyarakat, bahkan masa depan agama. Karena itulah Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan anak.
Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan yang sangat dalam maknanya tentang pengaruh orang tua terhadap anak. Beliau bersabda:
“Setiap anak yang dilahirkan berada dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengandung pelajaran yang sangat luas. Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu suci dan memiliki kecenderungan untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Namun arah kehidupan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama oleh pendidikan orang tuanya.
Bayangkanlah jika seorang anak dilahirkan di tengah masyarakat yang tidak mengenal Islam. Sejak kecil ia mendengar ajaran agama lain, melihat kebiasaan masyarakat di sekitarnya, dan tumbuh dalam lingkungan tersebut. Maka sangat besar kemungkinan ia akan mengikuti keyakinan yang ada di lingkungannya.
Sebaliknya kita yang lahir di tengah masyarakat Muslim sejak kecil telah mendengar azan, melihat orang tua salat, dan tumbuh dalam tradisi Islam. Walaupun kita belum mengucapkan syahadat sejak bayi, namun kita telah berada dalam lingkungan Islam. Inilah yang sering disebut Islam karena lingkungan dan keturunan.
Berbeda dengan seseorang yang memeluk Islam karena kesadaran sendiri. Ia harus mengucapkan syahadat dengan lisannya karena sebelumnya hidup di lingkungan yang tidak mengenal Islam.
Dari sinilah kita memahami bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kepribadian seorang anak.
Dan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak adalah rumah tangga.
Rumah tangga adalah sekolah pertama dalam kehidupan manusia. Di dalam rumah itulah anak belajar berbicara, belajar bersikap, belajar menghargai orang lain, bahkan belajar bagaimana menyelesaikan masalah.
Cara orang tua berbicara akan ditiru oleh anak. Cara orang tua bersikap akan dicontoh oleh anak. Bahkan cara orang tua menghadapi kesulitan hidup akan menjadi pelajaran yang diam-diam diserap oleh anak setiap hari.
Apabila rumah tangga dipenuhi dengan kasih sayang, akhlak yang baik, kedisiplinan dan keteladanan, maka anak-anak akan tumbuh dalam suasana yang baik pula. Tetapi jika rumah tangga dipenuhi pertengkaran, kata-kata kasar dan sikap yang tidak terpuji, maka anak-anak pun akan mudah meniru kebiasaan tersebut.
Karena itulah Allah SWT mengingatkan orang tua dengan firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini bukan hanya perintah menjaga diri sendiri, tetapi juga menjaga keluarga dari kesesatan dan kehancuran akhlak.
Kisah Pendidikan Anak dalam Al-Qur’anAl-Qur’an memberikan contoh yang sangat indah tentang bagaimana seorang ayah mendidik anaknya, yaitu kisah Luqman Al-Hakim ketika menasihati putranya.
Allah SWT berfirman:
“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya ketika ia memberi pelajaran kepadanya: Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)
Nasihat pertama yang diberikan Luqman kepada anaknya bukan tentang harta, bukan pula tentang kedudukan, tetapi tentang tauhid. Ini menunjukkan bahwa aqidah adalah pendidikan yang paling utama dalam kehidupan anak.
Kemudian Luqman melanjutkan nasihatnya:
“Wahai anakku, dirikanlah salat, suruhlah manusia berbuat yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang mungkar, serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.” (QS. Luqman: 17)
Dalam beberapa ayat ini terlihat jelas bagaimana seorang ayah menanamkan aqidah, ibadah, akhlak dan kesabaran kepada anaknya.
Tanggung Jawab Orang Tua terhadap AnakDalam Islam, anak adalah tanggung jawab orang tua. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Seorang ayah adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan seorang ibu adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Keduanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah tentang bagaimana mereka mendidik anak-anaknya.
Memang benar bahwa saat ini banyak orang tua menyerahkan anaknya ke sekolah atau pesantren agar mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Hal itu tidak salah, bahkan sangat dianjurkan. Namun menyerahkan anak ke lembaga pendidikan bukan berarti orang tua terbebas dari tanggung jawab. Orang tua tetap menjadi pendidik utama dalam kehidupan anak.
Karena itu orang tua harus bijak memilih tempat pendidikan bagi anak-anaknya.
Tempat pendidikan yang baik bukan hanya yang memiliki bangunan megah, tetapi yang memiliki akhlak, kedisiplinan, dan pendidikan agama yang kuat.
Beberapa kriteria tempat pendidikan yang baik antara lain:
Mengajarkan aqidah yang lurus sesuai Al-Qur’an dan sunnah.
Memiliki guru yang berakhlak baik dan menjadi teladan.
Lingkungan yang menjaga adab dan pergaulan anak.
Mengajarkan keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu dunia.
Empat Kewajiban Utama Orang Tua terhadap AnakPara ulama menjelaskan bahwa sekurang-kurangnya ada empat kewajiban utama orang tua terhadap anak.
1. Memberikan Nama yang BaikNama adalah doa dan harapan bagi seorang anak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian, maka baguskanlah nama kalian.” (HR. Abu Dawud)
Karena itu Rasulullah pernah mengganti nama sahabat yang memiliki arti buruk menjadi nama yang lebih baik.
2. Menanamkan Aqidah dan Pendidikan AgamaPendidikan aqidah adalah pondasi kehidupan seorang anak. Tanpa aqidah yang kuat, ilmu dan kecerdasan tidak akan membawa manusia kepada kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk salat ketika mereka berumur tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
Ini menunjukkan bahwa pendidikan ibadah harus dimulai sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan anak.
3. Memberikan Nafkah yang Halal dan LayakOrang tua berkewajiban memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya dengan rezeki yang halal.
Allah SWT berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang patut.” (QS. Al-Baqarah: 233)
Nafkah yang halal bukan hanya memberi kekuatan pada tubuh anak, tetapi juga memberi keberkahan dalam kehidupannya.
4. Mendidik Akhlak yang BaikAkhlak adalah mahkota kehidupan seorang muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Para sahabat Nabi sangat memperhatikan akhlak anak-anak mereka. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membiasakan kejujuran, kesopanan, dan penghormatan kepada orang tua.
Anak ibarat tanah yang masih subur. Apa yang ditanam oleh orang tuanya, itulah yang akan tumbuh di kemudian hari. Jika ditanam dengan iman, ilmu dan akhlak, maka akan tumbuh menjadi generasi yang saleh. Tetapi jika dibiarkan tanpa bimbingan, maka mudah bagi pengaruh buruk untuk merusaknya.
Karena itu marilah kita merenungkan firman Allah:
“Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata kami.” (QS. Al-Furqan: 74)
Semoga Allah menjadikan anak-anak kita sebagai anak yang saleh, penyejuk hati bagi orang tuanya, serta penerus perjuangan agama di masa depan.
Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
