YONNEDI.M. S.Ag,.M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEWASPADAI PENDANGKALAN AQIDAH

MEWASPADAI PENDANGKALAN AQIDAH

"""Mewaspadai Pendangkalan Aqidah....

Aqidah merupakan pelajaran yang paling utama dan paling mendasar dalam ajaran Islam. Aqidah adalah pondasi tegaknya agama seseorang. Jika aqidah kuat, maka seluruh ibadah dan amal akan berdiri dengan kokoh. Namun jika aqidah lemah, maka seluruh bangunan agama akan mudah runtuh. Oleh sebab itu, sejak dahulu para ulama menempatkan aqidah sebagai pelajaran pertama yang harus dipelajari oleh seorang muslim.

Rasulullah ﷺ sendiri ketika berdakwah di Makkah selama kurang lebih 13 tahun lebih dahulu menanamkan aqidah kepada para sahabat. Beliau mengajarkan tauhid, mengesakan Allah, dan membersihkan kepercayaan dari kemusyrikan sebelum memerintahkan hukum-hukum syariat yang lain seperti zakat, puasa, dan jihad. Hal ini menunjukkan bahwa aqidah adalah dasar dari seluruh ajaran Islam.

Dalam sebuah hadis Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa yang mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka ia akan masuk surga." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa dasar keselamatan seorang manusia adalah aqidah yang benar, yaitu mentauhidkan Allah.

Para ulama juga menjelaskan pentingnya aqidah sebagai pondasi kehidupan beragama. Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa memahami aqidah (tauhid) adalah kewajiban yang paling utama sebelum mempelajari hukum-hukum yang lain. Demikian pula para ulama lainnya menegaskan bahwa ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia karena berkaitan langsung dengan keimanan kepada Allah.

Aqidah dapat diibaratkan seperti akar sebuah pohon. Jika akar pohon itu kuat dan menghunjam dalam tanah, maka pohon tersebut akan berdiri kokoh meskipun diterpa angin kencang atau badai besar. Namun jika akarnya lemah, maka pohon itu akan mudah tumbang. Begitu pula dengan aqidah seorang muslim. Jika aqidahnya kuat, maka ia tidak akan mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang. Namun jika aqidahnya lemah, maka ia mudah terjerumus kepada kesesatan.

Allah SWT berfirman:

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit." (QS. Ibrahim: 24)

Ayat ini menjelaskan bahwa keimanan yang benar diibaratkan seperti pohon yang kuat akarnya.

Oleh sebab itu, lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, madrasah, dan sekolah Islam perlu kembali mengkaji kurikulum pendidikan mereka. Jangan sampai pelajaran aqidah menjadi pelajaran yang diabaikan. Jika pelajaran aqidah tidak diajarkan dengan baik, maka siapa yang akan bertanggung jawab jika para santri atau murid memiliki aqidah yang lemah atau bahkan menyimpang?

Dalam kehidupan sekarang ini kita juga melihat banyak contoh orang yang aqidahnya lemah sehingga mudah terjerumus ke dalam berbagai bentuk kesesatan, misalnya:

Ada yang percaya kepada dukun atau paranormal untuk menentukan nasib hidupnya.

Ada yang mempercayai ramalan bintang atau zodiak.

Ada yang mengikuti kelompok atau aliran yang mengaku mendapat wahyu baru.

Ada yang menganggap semua agama sama dan tidak perlu lagi mengikuti ajaran Islam secara benar.

Semua ini merupakan contoh akibat dari lemahnya aqidah seseorang.

Selain itu, pada zaman sekarang kita juga harus mewaspadai pendangkalan aqidah. Pendangkalan aqidah adalah usaha atau keadaan yang membuat pemahaman dan keyakinan seseorang terhadap ajaran Islam menjadi lemah, dangkal, dan tidak kokoh.

Pendangkalan aqidah dapat terjadi melalui berbagai cara, di antaranya sebagai berikut:

1. Kurangnya Pemahaman terhadap Al-Qur'an dan Hadis

Salah satu penyebab aqidah menjadi dangkal adalah kurangnya pemahaman terhadap Al-Qur'an dan hadis. Banyak orang yang beragama hanya mengikuti kebiasaan tanpa memahami dalil-dalil yang benar.

Allah SWT berfirman:

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah." (QS. Muhammad: 19)

Ayat ini menunjukkan bahwa keimanan harus didasarkan pada ilmu dan pengetahuan.

Contohnya adalah orang yang mudah percaya pada ajaran baru hanya karena disampaikan dengan kata-kata yang indah, padahal bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis.

2. Pengaruh Lingkungan dan Pergaulan

Lingkungan dan pergaulan juga dapat mempengaruhi aqidah seseorang. Jika seseorang hidup dalam lingkungan yang jauh dari nilai-nilai agama, maka lama-kelamaan aqidahnya bisa menjadi lemah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Seseorang itu mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia berteman." (HR. Abu Dawud)

Contohnya adalah seseorang yang awalnya rajin beribadah, namun karena bergaul dengan teman-teman yang tidak peduli dengan agama, akhirnya ia meninggalkan shalat dan menjauh dari ajaran Islam.

3. Pengaruh Pemikiran yang Menyesatkan

Pada zaman modern ini banyak sekali pemikiran yang dapat merusak aqidah, seperti paham yang mengatakan bahwa semua agama sama, atau paham yang menolak keberadaan Tuhan.

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya." (QS. Ali Imran: 85)

Contohnya adalah orang yang mulai meragukan kebenaran Al-Qur'an atau mengatakan bahwa semua agama sama benarnya.

4. Kurangnya Pendidikan Aqidah Sejak Dini

Jika anak-anak tidak dibekali pendidikan aqidah sejak kecil, maka mereka akan mudah terpengaruh oleh berbagai ajaran yang menyimpang ketika dewasa.

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka dengan ajaran agama, terutama aqidah.

Contohnya adalah anak-anak yang sejak kecil tidak diajarkan tentang tauhid, sehingga ketika dewasa mereka lebih percaya kepada kekuatan benda-benda tertentu, jimat, atau hal-hal yang berbau syirik.

Pada zaman sekarang ini kita harus lebih berhati-hati dalam mengikuti pengajian, kelompok, atau organisasi tertentu. Jangan sampai kita mengikuti suatu ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadis.

Oleh karena itu, setiap muslim harus memiliki standar yang jelas dalam beragama, yaitu berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah ﷺ.

Jika aqidah kita kuat, maka kita tidak akan mudah terpengaruh oleh berbagai ajaran yang menyimpang. Namun jika aqidah kita lemah, maka kita akan mudah terjerumus ke dalam kesesatan.

Semoga Allah SWT selalu menjaga aqidah kita dan keluarga kita agar tetap berada di jalan yang benar. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post