'PERJALANAN HIDUP MANUSIA MENUJU ALLAH..
"""Perjalanan Hidup Manusia Menuju Allah...
Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Kehidupan ini bukan sekadar perjalanan tanpa arah, tetapi sebuah perjalanan panjang yang bermuara kepada Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan tujuan utama penciptaan manusia dalam firman-Nya:
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini menjelaskan bahwa hakikat kehidupan manusia adalah ibadah. Ibadah di sini tidak hanya terbatas pada shalat, puasa, zakat, atau haji, tetapi mencakup seluruh aktivitas hidup yang dilakukan dengan niat karena Allah. Bekerja mencari nafkah, mendidik anak, menolong sesama, bahkan menjaga alam juga bisa menjadi ibadah jika diniatkan untuk kebaikan dan ketaatan kepada Allah.
Untuk memahami makna ayat ini, kita bisa menggunakan sebuah perumpamaan sederhana. Misalnya seorang guru berkata:
"Tidak ada orang di dalam kelas ini kecuali Budi."
Kalimat ini berarti semua yang ada di dalam kelas itu adalah Budi, tidak ada yang lain. Jika guru mengatakan “kecuali Badu”, mungkin saja masih ada orang lain selain Badu. Di sinilah keindahan bahasa Al-Qur’an. Ketika Allah berfirman “tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah”, maka maknanya sangat tegas: seluruh tujuan hidup manusia hanyalah untuk ibadah kepada Allah.
Allah telah menyiapkan segala kebutuhan hidup manusia. Bumi telah diciptakan sebagai tempat tinggal, siang dan malam silih berganti, hujan diturunkan dari langit, matahari memberikan panas dan energi, dan berbagai rezeki disediakan di bumi.
Allah berfirman:
“Dialah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 29)
Artinya, manusia tidak diciptakan untuk sekadar sibuk mengurus dunia. Dunia telah dipersiapkan oleh Allah, sedangkan tugas manusia adalah beribadah dan berjalan menuju-Nya.
Kehidupan Adalah Perjalanan Menuju AllahAl-Qur’an menggambarkan kehidupan manusia sebagai perjalanan panjang menuju Allah:
“Wahai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka kamu pasti akan menemui-Nya.” (QS. Al-Insyiqaq: 6)
Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh manusia, sadar atau tidak, sedang berjalan menuju Allah. Dalam perjalanan itu manusia akan melewati beberapa fase kehidupan yang telah ditetapkan oleh Allah.
Fase-Fase Perjalanan Manusia Menuju Allah 1. Fase Alam RohPerjalanan manusia dimulai dari alam roh, sebelum manusia dilahirkan ke dunia. Pada saat itu Allah telah mengambil kesaksian dari seluruh roh manusia.
Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya berfirman: ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul, Engkau Tuhan kami.’” (QS. Al-A’raf: 172)
Ayat ini menunjukkan bahwa sejak awal penciptaan, manusia telah mengenal Allah sebagai Tuhan. Dalam bahasa para ulama, inilah yang disebut fitrah tauhid. Setiap manusia sebenarnya memiliki naluri untuk mengenal dan menyembah Allah.
2. Fase Alam RahimSetelah alam roh, manusia memasuki alam rahim, yaitu kehidupan di dalam kandungan ibu. Rasulullah SAW menjelaskan proses penciptaan manusia dalam sebuah hadis:
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari sebagai nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di dalam rahim inilah Allah mulai membentuk tubuh manusia dengan sangat sempurna.
Allah berfirman:
“Dia membentuk kamu dalam rahim sebagaimana Dia kehendaki.” (QS. Ali Imran: 6)
Pada fase ini manusia belum memiliki kemampuan apa-apa. Semua sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah.
3. Fase Alam DuniaSetelah lahir, manusia memasuki alam dunia, yaitu kehidupan yang sedang kita jalani sekarang. Dunia adalah tempat ujian dan amal.
Allah berfirman:
“Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Di dunia inilah manusia diberi kesempatan untuk beribadah, berbuat baik, dan memperbaiki diri. Karena itu, Islam mengajarkan agar manusia selalu berjalan dengan taqwa, yaitu dengan:
Taubat, kembali kepada Allah dari segala dosa.
Hijrah, meninggalkan keburukan menuju kebaikan.
Berpegang teguh kepada agama Islam, sebagai petunjuk hidup.
Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.” (QS. Ali Imran: 102)
4. Fase Alam BarzakhSetelah manusia meninggal dunia, perjalanan tidak berhenti. Manusia memasuki alam barzakh, yaitu kehidupan di alam kubur sampai hari kiamat.
Allah berfirman:
“Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 100)
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa kubur bisa menjadi taman dari taman surga atau lubang dari lubang neraka, tergantung kepada amal manusia selama hidup di dunia.
Alam barzakh adalah masa menunggu sebelum manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat.
5. Fase Alam AkhiratFase terakhir adalah alam akhirat, yaitu kehidupan yang kekal setelah hari kiamat. Pada saat itu seluruh manusia akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya.
Allah berfirman:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8)
Di akhir perjalanan ini manusia akan menerima balasan dari Allah: surga bagi orang yang beriman dan beramal saleh, dan neraka bagi yang menolak kebenaran.
Hidup Adalah Jalan Menuju AllahJika kita memahami perjalanan ini, maka kita akan menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah satu fase kecil dari perjalanan panjang menuju Allah. Karena itu setiap aktivitas hidup hendaknya bernilai ibadah.
Seperti yang sering dijelaskan oleh para ulama seperti Buya Hamka dan M. Quraish Shihab, Islam tidak memisahkan antara kehidupan dunia dan ibadah. Selama dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal, seluruh aktivitas manusia dapat menjadi ibadah.
Bekerja adalah ibadah. Belajar adalah ibadah. Menolong orang lain adalah ibadah. Mendidik anak adalah ibadah.
Dengan demikian, perjalanan hidup manusia pada hakikatnya adalah perjalanan ibadah menuju Allah SWT.
Dan pada akhirnya, semua manusia akan kembali kepada-Nya.
“Sesungguhnya kepada Tuhanmulah tempat kembali.” (QS. An-Najm: 42)
Semoga kita termasuk orang yang menjalani perjalanan hidup ini dengan taqwa, taubat, dan keimanan, hingga kelak dapat kembali kepada Allah dalam keadaan yang diridhai-Nya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
