Normalisasi dalam Penulisan Kata (bagian 3)
Kesalahan penulisan kata dalam bahasa Indonesia masih kerap terjadi, terutama karena pengaruh bahasa lisan yang lebih dominan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak penulis---baik pelajar maupun orang dewasa---tanpa sadar menuliskan kata sesuai dengan apa yang mereka dengar dan ucapkan, bukan berdasarkan bentuk baku yang telah ditetapkan.
Normalisasi penulisan kata menjadi langkah penting untuk menertibkan kebiasaan tersebut. Bahasa tulis memiliki aturan yang jelas dan bersifat mengikat, khususnya dalam ranah pendidikan, administrasi, dan komunikasi resmi. Ketidaktepatan ejaan dapat menimbulkan kesalahpahaman sekaligus menurunkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia.
Salah satu contoh kata yang sering ditulis keliru adalah izin, yang kerap ditulis ijin. Kesalahan ini muncul karena dalam pengucapan sehari-hari, bunyi z sering terdengar seperti j. Padahal, menurut KBBI, bentuk baku yang benar adalah izin, yang bermakna persetujuan atau perkenan.
Contoh berikutnya adalah kata objek, yang masih sering ditulis obyek. Pengaruh pelafalan dan kebiasaan lama menjadi penyebab utama kesalahan ini. Dalam ejaan yang telah disempurnakan, huruf y tidak lagi digunakan pada kata tersebut, sehingga bentuk yang benar adalah objek.
Kesalahan serupa juga terjadi pada penulisan kata risiko, yang sering ditulis resiko. Pelafalan yang terdengar serupa membuat banyak orang menganggap kedua bentuk tersebut sama-sama benar. Namun, berdasarkan kaidah bahasa Indonesia, penulisan yang baku adalah risiko.
Selain itu, kata aktivitas masih kerap ditulis aktifitas. Kesalahan ini dipengaruhi oleh adanya kata dasar aktif sehingga penulis mengira bentuk turunannya harus tetap mempertahankan huruf f. Padahal, bentuk yang benar dan baku adalah aktivitas.
Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan menulis berdasarkan pengucapan dapat menimbulkan kekeliruan yang berulang. Oleh sebab itu, normalisasi penulisan kata perlu terus ditanamkan melalui pembelajaran bahasa, keteladanan guru, serta kebiasaan merujuk pada KBBI dan PUEBI.
Dengan membiasakan diri menggunakan kata-kata baku, kita turut menjaga ketertiban bahasa Indonesia dan memastikan pesan tertulis tersampaikan secara jelas, tepat, dan bermartabat. (Mud)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan