Yuli Marhaeni

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menjaga Warisan Budaya, MTsN 4 Bantul Ikuti Sosialisasi Kepakualaman

Menjaga Warisan Budaya, MTsN 4 Bantul Ikuti Sosialisasi Kepakualaman

Bantul (MTsN 4 Bantul) – Guru IPS MTsN 4 Bantul, Wuryantini, mengikuti Sosialisasi Sejarah dan Nilai-Nilai Kepakualaman yang diselenggarakan oleh Kadipaten Pakualaman bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Selasa (14/7/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Mandala Sabha Purwa, Gedung Induk Lantai 3 Kompleks Parasamya, Jalan W.R. Monginsidi No. 1 Bantul. Sosialisasi diikuti sekitar 40 guru jenjang SMP/MTs dan SMA/MA se-Kabupaten Bantul, serta lima ketua pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Bantul dan lima pengurus IPM Kabupaten Bantul.

Pada sesi pertama, KMT Ndoyodipuro memaparkan sejarah berdirinya Kadipaten Pakualaman sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta dan perjuangan bangsa Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa Pakualaman memiliki peran strategis dalam bidang pemerintahan, pendidikan, kebudayaan, dan perjuangan kemerdekaan. Selain sejarah, peserta juga diajak memahami nilai-nilai luhur Kepakualaman, seperti keteladanan, integritas, gotong royong, semangat pengabdian, serta kepemimpinan yang mengedepankan kebijaksanaan dan kepentingan masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh KRMT Projokusumo yang menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, nilai-nilai budaya Kepakualaman dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan melalui pembiasaan sikap hormat kepada orang tua dan guru, cinta tanah air, menjaga kelestarian budaya lokal, serta membangun karakter peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia juga mengajak para guru menjadi agen pelestari budaya dengan mengintegrasikan sejarah dan nilai-nilai lokal dalam proses pembelajaran di sekolah.

Usai mengikuti kegiatan, Wuryantini mengaku memperoleh wawasan baru mengenai sejarah dan filosofi Kepakualaman yang dapat menjadi bekal dalam pembelajaran IPS di madrasah. "Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah pengetahuan sejarah daerah, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik. Harapannya, generasi muda semakin mencintai budaya lokal dan mampu melestarikannya sebagai bagian dari jati diri bangsa," ungkapnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya di Kabupaten Bantul.(yul)(

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post