Yuli Marhaeni

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Salat Jumat di Masjid Baitul Ilmi, Kamad MTsN 4 Bantul Tekankan Bahaya Bullying

Salat Jumat di Masjid Baitul Ilmi, Kamad MTsN 4 Bantul Tekankan Bahaya Bullying

Salat Jumat di Masjid Baitul ‘Ilmi, Kamad MTsN 4 Bantul Tekankan Bahaya Bullying

Bantul (MTsN 4 Bantul) — Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Baitul ‘Ilmi MTsN 4 Bantul, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan murid MTsN 4 Bantul dengan tertib dan khidmat. Dalam khutbahnya, Sugeng Muhari mengangkat tema tentang larangan bullying atau perundungan di lingkungan madrasah.

Dalam khutbahnya, Sugeng menyampaikan bahwa bullying merupakan perilaku yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam karena dapat menyakiti, merendahkan, mempermalukan, maupun mengganggu ketenangan orang lain.Sugeng mengajak seluruh murid untuk membangun pergaulan yang dilandasi sikap saling menghormati, menyayangi, menjaga ucapan, serta menghindari tindakan maupun candaan yang dapat menyakiti perasaan teman. “Jangan sampai candaan yang menurut kita biasa justru membuat teman merasa terhina atau terluka. Setiap warga madrasah harus menjadi bagian dari terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” pesan Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng menekankan pentingnya membangun budaya saling menolong dan mengingatkan dalam kebaikan. Murid yang melihat adanya tindakan perundungan diharapkan tidak ikut-ikutan ataupun membiarkannya, tetapi berani menyampaikan kepada guru atau pihak madrasah. Menurutnya, pencegahan bullying merupakan tanggung jawab bersama sehingga madrasah dapat menjadi tempat belajar yang mendukung perkembangan karakter dan akhlak peserta didik.

Guru Pendidikan Agama Islam MTsN 4 Bantul, Fathoni, menyambut baik materi khutbah tersebut. Fathoni menilai pesan tentang larangan bullying sangat relevan untuk terus disampaikan kepada murid karena pendidikan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga pesan yang disampaikan dalam khutbah ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk menjaga lisan, sikap, dan pergaulan sehingga tercipta suasana madrasah yang harmonis, saling menghargai, dan jauh dari perundungan,” ungkap Fathoni.(yul)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post