Yusnani Helmi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindu Tarian Jemari

Rindu Tarian Jemari

Hujan gerimis menemani saat kaki Anita melangkah ke parkiran motor beat coklatnya. Jam sudah menunjukkan 13.00 WIB, di roundown kegiatan tertulis 13.30 WIB acara dimulai untuk sesi kedua. Anita keluar dari ruangan Bimtek saat ishoma, ia ingin membeli kue kesukaan mertuanya terlebih dahulu. sebab jalan pulang tak melewati Toko Kue Kampung tersebut. Toko Kue Kampung menjual segala jenis kue kampung, terkhusus yang ada di daerah Batu Bara. selain rasanya enak dan harganya tidak menguras isi kantong. dan bahan-bahan terbuat dari bahan asli. makanya tidak heran kalau tokonya selalu ramai, bahan pun berganti setiap hari dengan yang baru.

Alhamdulillah Kue Dangai yang dicari ada, dan masih baru. Anita membelinya 2 box kecil seharga Rp 25.000. Mertuanya sangat senang nantinya dalam benak Anita. Oh ya kawan-kawan tau Kue Dangai? Kue yang di atasnya ada taburan sedikit gula pasir. Terbuat dari campuran tepung dan kelapa. dan dibakar bisa agak sedkit basah atau kering. Mertua suka yang sedikit basah, sebab lembut di mulut dengan ditemani secangkir teh atau kopi. Sedang Anita lebih suka agak sedikit kering, lebih terasa gurih kelapa saat mencicipinya. kalau kawan-kawan suka yang mana? dua-duanya tetap enak ya.

Kue Dangai ini ada setiap hari tapi hanya sedikit saja membuatnya. Dan ternyata Kue Dangai menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara adat Kesultanan Melayu. Kue Dangai itu ada juga Riau dengan sebutan Lempeng Dangai atau Lempeng Sagu, di wilayah Sambas disebut Kue Dange.

Anita mengendarai sepeda motor perlahan menuju lokasi bimtek, licin dan becek menyisakan hujan gerimis pada jalan yang berlobang. hanya 10 menit jarak untuk tiba di sana. Anita pun memparkirkan sepeda motor tepat parkiran pertama di bawah pohon Bunga Tanjung. Pohon yang sudah langka ditemukan.

Anita masuk ke ruang bimtek dan sudah banyak peserta yang hadir menunggu sesi kedua. Anita kembali ke tempat duduk pertama. Tak berapa lama sesi kedua dimulai. Saat itu jilatan api menjalar pada jiwa Anita. Seketika saja hujan rindu datang menyirami gurun pasir pada hati dan pikirannya. Rasa rindu itu pun terbalaskan melalui tarian jari jemari Anita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post