SMAN 1 Gondang Kerjasama Dengan Disnaker dan 2 SMKN, Demi Layani Muridnya
SMAN 1 Gondang terus lakukan terobosan yang menukik. Usai peresmian kantor Bursa Kerja Khusus (BKK), langsung tancap gas dengan jalinan kerjasama. Kali ini kerjasama dilakukan dengan pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto, SMKN 1 Jatirejo, dan SMKN 1 Sooko.
Penandatangan kerjasama pun dilakukan usai peresmian kantor BKK SMAN 1 Gondang, tepatnya pada Kamis, 22 Januari 2026. Proses itu pun disaksikan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto (Kacabdindik Mojokerto Raya), Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi.
“Terobosan seperti ini layak diapresiasi. Faktanya, sekolah tak hanya memperhatikan kepentingan murid untuk lanjut studi atau kuliah, tetapi juga memfasilitasi murid untuk mendapatkan pekerjaan. Sekolah lain harusnya bisa mencontoh langkah cepat SMAN 1 Gondang ini,” ujar Pinky Hidayati serius.
Disisi lain, lanjut Pinky Hidayati, terjadinya kerjasama antara SMA dan SMK merupakan kolaborasi apik dan menguntungkan. Terutama bagi murid SMA yang membutuhkan ajang dalam menekuni minat bakatnya dibidang pekerjaan. Bagaimana pun, di SMK lebih memiliki potensi dan sarana prasarana untuk membekali murid agar siap kerja.
“Ini tak hanya sekedar kerjasama, tetapi sebuah bentuk sinergi potensi antara SMA dan SMK. Bila model seperti ini bisa dicontoh sekolah lainnya, upaya mewujudkan pendidikan bermutu dan berdampak tentunya mudah diraih,” ucap sosok pemimpin perempuan yang selalu tampak ceriah dan energik itu.
Hal senada juga diungkapkan Plt. Kepala SMKN 1 Jatirejo, Muharto, S.Pd., MM. Menurutnya bentuk kerjasamanya adalah SMK yang MoU dengan SMAN 1 Gondang. Semua pihak sepakat untuk memberikan pelatihan Kompetensi Siap Kerja untuk murid-murid SMAN 1 Gondang, terutama bila lulus nantinya lebih memilih bekerja.
Jenis Pelatihan Kompetensi, jelas Muharto, disesuaikan dengan minat murid dalam mengikuti giatnya. Oleh karenanya, pihak SMK juga menyesuaikan dengan Program keahlian yang dimiliki sesuai Jurusan yang ada di SMK itu sendiri. Misalkan ada jurusan TKR Otomotif, Permesinan, Bisnis Daring, Tata Boga, Tata Rias, Tata Busana, dan peminatan lainnya.
“Saya berharap, kedepannya akan lebih bagus bilamana guru-guru SMAN 1 Gondang, bisa juga melakukan pelatihan Up Skilling sesuai kompetensi yg diinginkan. Pihak SMK juga bisa membantu dalam penyelenggaraan BKK. Sehingga akan terjadi kolaborasi komitmen untuk memberikan yang terbaik buat para lulusan sekolah kita,” ujar Muharto yang juga Kepala SMKN 1 Pungging yang juga diamini Dwi Fendi Dadang Adrianto, S. Pd., M.T., Kepala SMKN 1 Sooko.
Sedangkan Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Drs. Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, SH., M.Si., menyampaikan ucapan selamat pada SMAN 1 Gondang. Mengingat, SMAN 1 Gondang menjadi sekolah jenjang SMA yang memiliki BKK diwilayah Mojokerto Raya. Hal itu dinilai baik, karena memperhatikan kebutuhan murid secara totalitas.
“Disnaker tak hanya melegalkan keberadaan BKK saja. Lebih jauh lagi, Disnaker juga akan membantu dan memfasilitasi SMAN 1 Gondang dalam urusan pendaftaran pencari kerja sekaligus peluang-peluang pasar kerja. Minimal BKK ini mampu menjadi pusat informasi dan layanan pencari kerja, khususnya para murid SMAN 1 Gondang,” ujar Yo’ie memotivasi.
JARING MINAT MURID
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gondang, Johan Bahrudin, S.Kom., MT., menyatakan terima kasih dan rasa syukurnya. Terutama untuk Kacabdindik Mojokerto Raya, Kadisnaker Kabupaten Mojokerto, dan dua sahabat seperjuangannya, Plt. Kepala SMKN 1 Jatirejo dan Kepala SMKN 1 Sooko.
Menurut Johan Bahrudin, keberadaan BKK disekolahnya tidak bakal maksimal tanpa adanya dukungan masif berbagai pihak. Oleh karenanya, BKK SMAN 1 Gondang sangat membutuhkan dukungan dan kepedulian unsur-unsur yang relevan dengan kerja dan konstribusi BKK untuk murid-murid disekolahnya.
“Saya atas nama pribadi maupun lembaga, sangat berterima kasih pada semua pihak yang mendukung keberadaan BKK di SMAN 1 Gondang. Tentunya, melalui kerjasama yang dijalin, memberikan manfaat dan berdampak pada murid-murid yang setelah lulus ingin bekerja. Kami akan terus berjuang dan melebarkan sayap melalui kepedulian semua pihak, termasuk para kepala SMKN,” ungkap Johan Bahrudin sembari memegang naskah kerjasama yang baru saja ditandatangani bersama.
Langkah-langkah yang sudah diambil lebih dari setahun itu, lanjut Johan Bahrudin, merupakan kristalisasi atas heterogenitas kebutuhan murid yang akan lulus. Oleh karenanya, melalui data yang sudah diklasifikasi guru Bimbingan Konseling, menjadi dasar untuk menemukan solusi terbaik. Termasuk kerjasama dengan Larasdikdudi Jatim dan pendirian BKK di SMAN 1 Gondang.
“Harapan saya, tim BKK yang sudah dibentuk mampu menangkap berbagai peluang. Sehingga peluang itu dapat menjadi ajang bagi tim BKK untuk mendidik, melatih, mengarahkan, dan mendampingi murid-murid yang akan lulus. Semua harus dijalankan selaras, bersinergi, dan tentunya dengan hasil yang baik,” kilah Johan Bahrudin menegaskan.
Memperhatikan segenap aspek kebutuhan, pastinya SMAN 1 Gondang layak mendapat apresiasi positif. Tidak semua pemimpin sekolah memiliki terobosan yang multisektoral untuk membekali murid-muridnya. Berkat kerja apik BK dan beberapa guru yang multi telenta, pada akhirnya SMAN 1 Gondang mampu menjadi pioner pelayanan pendidikan bermutu dan berdampak positif. (UseOneTo)






Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan