Wujudkan Pembelajaran Berdampak, SMAN 1 Gondang Latih Gurunya Susun RPP Berbasis AI
SMAN 1 Gondang kembali berdaya upaya tingkatkan pelayanan pendidikan. Kali ini berbentuk peningkatan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Artificial Intelegence (AI). Giat ini dilakukan sebagai rangkaian awal pembelajaran di semester genap tahun pelajaran 2025/2026.
Kepala SMAN 1 Gondang, Johan Bahrudin, S.Kom., MT., secara visioner menyatakan, kegiatan ini merupakan respon cepat, agar pendidikan dan pembelajaran disekolah yang dipimpinnya lebih berdampak dan bermakna. Mengingat, perkembangan jaman tidak harus dilawan, melainkan harus dikejar dan diimbangi dengan berbagai strategi yang efektif.
“Langkah cepat ini kita ambil sebagai bentuk komitmen sekolah atas arahan Kadindik Jatim. Sehingga perlu dilakukan beberapa revisi dan penyesuaian atas RPP yang sudah disusun bapak/ibu guru. Melalui pemanfaatan teknologi AI, diharapkan RPP yang disusun lebih mendalam, berdampak, dan bermakna bagi peserta didik sekolah ini,” ujar Johan Bahrudin optimistis.
Masih menurut suami Rini Ekawati itu, senyampang ada waktu untuk melakukan pembenahan atas RPP, tentunya harus dilakukan. Mengingat, tak hanya RPP saja yang harus diperhatikan, tetapi kompetensi guru-gurunya dalam mengintepretasikan dan mengimplementasikan pembelajaran yang berdampak, menjadi focus dalam pelatihan kali ini.
“Pastinya saya tidak berharap RPP yang disusun bapak/ibu guru ini plagiat. Saya ingin RPP yang disusun betul-betul karya sendiri sesuai panduan kurikulum dan integrasi berbagai muatan positif pendidikan. Saya yakin, bapak/ibu guru disekolah ini mampu melakukannya. Tentu saja nantinya saat implementasi juga pasti didampingi dan disupervisi pengawas sekolah,” ucapnya serius.
Bapak tiga anak itupun meyakinkan peserta penyusunan RPP berbasis AI kali ini, bilamana senioritas dan status tenaga pendidikan bukanlah indikator keberhasilan dalam pembelajaran. Hal terpenting yang harus dilakukan, bagaimana proses pembelajaran yang dilaksanakan mampu memberikan dampak dan layanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
Sebagaimana arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, ditegaskan bila “ASN Pendidikan bukan dinilai dari seberapa sibuk, tetapi dari seberapa fokus dan berdampak pekerjaannya bagi peserta didik dan layanan pendidikan!” (Sumber : Instagram @cabdin_mojokerto, Selasa, 6 Januari 2026).
BUTUH ENERGI PLUS
Kegiatan penyusunan RPP berbasis AI ini, dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026. Bertempat di Aula Majapahit SMAN 1 Gondang, giat ini diikuti seluruh guru. Adapun yang bertindak sebagai narasumber adalah Sunarsih, S.Pd., salah satu tim Litbang dan mantan wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMAN 1 Gondang.
Adapun pada pelaksanaannya, seluruh guru dikelompokkan sesuai rumpun dan bidang studi yang diampu. Tujuannya agar masing-masing pengampu pelajaran dapat berdiskusi secara aktif, khususnya untuk merencanakan pembelajaran yang lebih berdampak dan bermakna bagi peserta didik.
“Bapak/Ibu silahkan buka Google Crome. Kemudian aktifkan aplikasi Gemini. Setelah itu, Bapak/Ibu silahkan mencari berbagai referensi, agar RPP yang disusun dapat memberikan inspirasi dan daya kreatifitas pembelajaran yang berdampak nyata bagi peserta didik kita,” ucap Sunarsih sembari menunjukkan langkah-langkahnya di LCD projector.
Berbagai pendapat pun menyeruak dari para guru pengampu mata pelajaran. Salah satunya dari pengampu mata pelajaran Fisika, Drs. Thoyib. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan wawasan para guru. Hanya saja, tinggal bagaimana kompetensi masing-masing guru dalam mengimplementasikannya dikelas.
“Sebagus-bagusnya perencanaan tanpa diimbangi dan diselaraskan dengan komitmen, konsistensi, dan kontinyuitas (K3), semua bakal sia-sia. Oleh karenanya, sangat dibutuhkan K3 pendidikan yang harus dimiliki para guru. Dimana ruh nya ada dalam kompetensi individual guru yang mindset-nya pada peningkatan layanan pendidikan,” ungkap Thoyib serius yang menjabat Tim Litbang SMAN 1 Gondang.
Hal senada juga dinyatakan Wiyandi Rochman, S.Pd., pengampu mata pelajaran Bahasa Daerah (Jawa). Menurutnya, masing-masing mata pelajaran memiliki penekanan atau titik fokus agar lebih berdampak. Selain RPP yang terintegrasi dengan teknologi, jangan lupa dengan pendidikan karakter dan pendidikan berbasis kearifan lokal dan kearifan budaya lokal.
“Setiap guru akan berkualitas bilamana mau melakukan update dan upgrade atas keilmuan yang dimiliki sekaligus personal branding-nya. Sehingga, untuk melakukan pengajaran yang berdampak dan bermakna akan berpotensi besar menuai hasil yang diharapkan,” kilah Wiyandi dalam menyikapi peningkatan kualitas dan kompetensi guru.
Alumni Universitas Negeri Surabaya itu pun berharap, kegiatan tidak hanya berhenti pada penyusunan RPP berbasis AI saja. Bapak/Ibu guru, menurutnya, juga harus intens dan berkomitmen untuk melakukan focus group discussion (FGD). Sehingga pengetahuan, wawasan, dan keterampilan personal pasti lebih meningkat. Tujuannya, bersama memberikan proses pendidikan yang betul-betul berdampak dan bermakna bagi peserta didik dan layanan pendidikan.(Use, **(censored)**)












Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan