Baksos dan Ramah Lingkungan, Jadi Tema Giat DWP SMAN 1 Gondang, Ini Buktinya!
Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMAN 1 Gondang (SMAGO), kembali bergiat manfaat. Tepat dalam bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, DWP SMAGO menggelar dua kegiatan sekaligus dalam sehari. Giat itu bentuknya bakti sosial (baksos) dan seminar hidup yang ramah lingkungan dibulan Ramadhan.
Ketua DWP SMAGO, Rini Ekawati Bahrudin, menyatakan bila kegiatan seperti ini sudah rutin dilaksanakan. Tepatnya, sejak kepemimpinan SMAN 1 Gondang dipegang pasangan hidupnya, Johan Bahrudin. Mengingat, bulan Ramadhan adalah bulan spesial yang harus diisi dengan berbagai kegiatan yang memberikan kebermanfaatan bagi sivitas SMAGO.
“Dharma wanita adalah organisasi kaum hawa yang harus produktif dan pro-aktif. Produktif untuk meningkatkan kemapanan pikir dan hati anggotanya. Pro-aktif dalam mendukung program-program unggulan sekolah. Sehingga akan memberikan keselarasan dan keharmonisan dalam lingkungan sekolah maupun keluarga,” ujar Rini, sapaan akrab istri Johan Bahrudin, S.Kom., MT., Kepala SMAN 1 Gondang.
Pada giat kali ini, lanjut Rini, baksos dibagikan pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sekolahnya. Tujuannya, tak lain untuk lebih meningkatkan keharmonisan sekaligus amalan dan ibadah dibulan suci Ramadhan. Melalui baksos, setidaknya akan lebih memacu jiwa empati dan toleran pada sesama. Utamanya untuk keluarga besar SMAGO.
“Bagaimana pun, jajaran pengurus DWP dengan dukungan kepala sekolah, kita berdaya upaya untuk berbuat sebaik mungkin. Semoga dengan kegiatan baksos dan seminar ramah lingkungan ini, lebih memberikan kebermanfaatan dalam beribadah dibulan Ramadhan,” tutur Rini serius, disela-sela giat yang dilaksanakan di aula Majapahit SMAGO, pada Selasa (24/02).
SADAR DAN PEDULI
Usai pelaksanaan baksos, DWP SMAGO langsung tancap gas. Kali ini dengan menggelar seminar hidup ramah lingkungan. Narasumber yang dihadirkan adalah Lilik Indayani, S.S., M.Pd., dengan materi Green Ramadhan dan Sunarsih, S.Pd., yang menyampaikan materi dengan tema Healthy Ramadhan.
Pada kesempatan ini, Lilik Indayani memaparkan fakta banyaknya sampah saat Ramadhan. Sehingga sangat dibutuhkan kesadaran dan kepedulian untuk menjaga kondisi lingkungan. “Green Ramadhan, Meraih Takwa Dengan Gaya Hidup Ramah Lingkungan” menjadi ruh dari materi yang dijelaskan Lilik Indayani.
“Mengapa kita harus peduli lingkungan saat Ramadhan? Karena kita adalah Khalifah Fil Ardh. Kita bukan pemilik bumi, melainkan pengelola. Setiap sumber daya yang kita gunakan, akan dimintai pertanggungjawabannya. Menjaga bumi adalah bagian ketakwaan kita kepada Sang Khaliq,” ujar Lilik Indayani menjelaskan.
Green Ramadhan, lanjut Lilik Indayani, bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang menjadi lebih sadar. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini lebih hijau dan lebih peduli, agar pahala kita mengalir, namun sampah disekitar kita berakhir, atau setidaknya semua berdaya upaya bersama untuk meminimalisir.
Sementara itu, Sunarsih lebih fokus pada menjaga kesehatan saat Ramadhan. Setidaknya, Sunarsih membedah 5 hal positif saat Ramadhan. (1) Puasa menyehatkan raga; (2) Ibadah Ramadhan menyehatkan jiwa; (3) Nutrisi sehat puasa Ramadhan; (4) Nutrisi sehat Rohani dibulan Ramadhan; dan (5) Ciri jiwa/rohani sehat.
“Selama bulan Ramadhan, kita sebaiknya menjalankan puasa, sholat Tarawih atau sholat malam, tadarus atau perbanyak membaca Al-Qur’an, iktikaf, istighfar, berdoa, muhasabah. Juga mampu menjaga lisan maupun tulisan yang sia-sia, dan lebih bisa berempati, berbagi, dan melayani. Itulah nutrisi sehat rohani dibulan Ramadhan,” ucap Sunarsih dihadapan puluhan pengurus dan anggota DWP SMAGO.
Melalui puasa, tegas Sunarsih, tentunya mampu menyehatkan raga. Saat berpuasa, tentunya terjadi detok alami, dimana memberi kesempatan organ pencernaan istirahat sekaligus membuang racun. Terjadi keseimbangan hormon tubuh. Bentuknya memperbaiki sensitifitas insulin dan membantu metabolisme tubuh lebih efisien.
“Saat puasa, tubuh kita lebih sehat. Dimana akan terjadi autofagi, yaitu sel-sel tubuh yang rusak bakal tergerus dan diperbarui oleh sel-sel yang sehat karena proses berpuasa. Kondisi raga seperti ini hanya bisa terjadi disaat kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” ungkap Sunarsih serius.(UseOneTo)






Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan