SMAN 1 Gondang Kirim 10 Murid Diajang MUNAGEMAHA V 2026, Ini Buktinya!
SMAN 1 Gondang ternyata mampu mengimplementasikan konsep program School Religious Culture (SRC) yang dikumandangkan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2025 lalu. Salah satunya dalam bentuk pembinaan khusus bagi murid-murid penghafal Al-Qur’an (Hafiz). Kegiatan dipusatkan di MI Miftahul Qulub yang berada di Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Bukti implementasi yang dilakukan SMAN 1 Gondang, satu diantaranya adalah pembinaan murid dalam program GEMAJUZA (Gerakan Menghafal Juz Amma) dan Program HAFIZ (Hafalan Al-Qur’an untuk Gen-Z). Alhasil, pada kegiatan Munaqasyah Gemajuza dan Hafiz (MUNAGEMAHA) V Tahun 2026, SMAN 1 Gondang mampu mengirimkan 10 (sepuluh) muridnya.
Kepala SMAN 1 Gondang, Johan Bahrudin, S.Kom., MT., menyatakan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya, atas kepesertaan sepuluh muridnya di kegiatan MUNAGEMAHA V tahun 2026. Hal itu menjadi sebuah upaya sekolah yang mencoba mewadahi dan membina murid-murid yang memiliki kecerdasan spiritual.
“Saya hanya mampu bersyukur sekaligus berbangga atas capaian murid-murid itu. Saya juga berterima kasih pada pak Aminuddin Azis yang sudah disiplin, tekun, dan sabar membina dan membimbing anak-anak. Bagaimana pun edukasi kecerdasan spiritual ini akan memberikan cahaya bagi SMAN 1 Gondang,” ujar Johan Bahrudin sembari menengadah.
Semua potensi murid, lanjut Johan Bahrudin, sudah seharusnya diberikan ruang ekspresi sekaligus pembinaan. Bagaimana pun, sekolah memiliki tanggungjawab besar dalam pembinaan mental dan moral murid-muridnya. Pembinaan kesiswaan itu pun tentunya harus diimbangi dengan keberadaan pembina dan pembimbing yang lebih peduli, memiliki itegritas, dedikasi, dan loyalitas pada sekolah.
Sementara itu, guru pembina sekaligus pelatih kegiatan Tahfidz SMAN 1 Gondang, Aminuddin Azis, M.Pd., menjelaskan bila kegiatan MUNAGEMAHA V tahun 2026 bukanlah ajang lomba. Melainkan sebuah ajang uji kompetensi bagi seseorang, terutama yang berstatus murid, untuk menguji kompetensinya dalam menghafal Juz Amma maupun Al-Qur’an.
“Kegiatan ini bukanlah lomba, melainkan suatu bentuk ujian khusus, agar murid-murid SMAN 1 Gondang mampu lulus di ujian ini. Tentunya sesuai dengan kemampuan dalam menghafalkan Juz Amma maupun Al-Qur’an. Nah, pada akhirnya nanti mereka akan mendapatkan sertifikat sesuai juz yang dihafalnya,” ungkap Aminuddin Azis, M.Pd., guru pembina kegiatan Tahfidz di SMAN 1 Gondang.
Penting diketahui, lanjut Aminuddin Azis, kepesertaan 10 murid SMAN 1 Gondang pada kegiatan MUNAGEMAHA V ini atas undangan Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffazh Nahdlatul Ulama’ (JQHNU) Kabupaten Mojokerto. Undangan tertanggal 1 Februari 2026 itu ditanda tangani Ketua PC JQHNU Kabupaten Mojokerto, H. Fathur Rahman, S.Ag., Pg.D., M.A. Giat ini hasil kerjasama Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Mojokerto bersama PC JQHNU Kabupaten Mojokerto.
“Saya bersyukur karena dapat mengirimkan sepuluh anak untuk mengikuti ujian tahun ini. Semua berkat semangat dan kerja keras anak-anak dan tentunya atas dukungan Kepala SMAN 1 Gondang. Semoga anak-anak mendapatkan hasil terbaik dalam ujian kali ini,” ujar Aminuddin Azis, yang juga tercatat sebagai alumni penerima beasiswa unggulan Kemendikbud RI dan Mahasiswa S3 Unisma Malang.
KECERDASAN SPIRITUAL
Selaras dengan penjelasan Aminuddin Azis, sepuluh murid SMAN 1 Gondang yang mengikuti MUNAGEMAHA V – 2026 adalah : Fitriyatul Habibah (X.1) – Juz 30 dan Juz 1 – 2; Yulia Nur Hikmah (X.3) – Juz 30 dan Juz 1 – 2; Saskia Nur Fadilatul Hafidah (X.2) – Juz 30 dan Juz 1; Nabila Artamevia (X.3) – Juz 30 dan Juz 1; A’isyah Nur Fadilatuz Zahro (X.9) – Juz 30 dan Juz 1; dan Nur Fadillah (X.9) – Juz 30 dan Juz 1.
Selanjutnya, khusus peserta dari kelas XII, terdiri dari Duwi Alanuari (XII.1) – Juz 30; Kasyifatudduja Aurora Meylita (XII.1) – Juz 30; Ayu Lira Mirza (XII.3) – Juz 30 dan Juz 1; dan Fidah Fauziah (XII.3) – Juz 30 dan Juz 1. Sedangkan dari kelas XI, untuk sementara belum ada yang bisa diikutkan dalam ujian tahun 2026 ini.
“Bila nantinya anak-anak mampu menyelesaikan seluruh materi ujian, mereka akan mendapatkan sertifikat atau legalitas sebagai Tanfidz tingkat Kabupaten Mojokerto. Hasil nilai maupun sertifikatnya, akan dibagikan dalam rangkaian kegiatan dibulan Ramadan,” ujar Aminuddin Azis penuh semangat.
Sementara itu, Fitriyatul Habibah yang turut ujian, menyatakan bila ikut ujian kali ini, masih jauh dari harapannya. Sebab, dirinya ingin menghafal lebih banyak juz agar mampu menempah dirinya dimasa depan. Penghayatan dan pemaknaan atas kehidupan maupun pendidikan, semua secara lengkap termuat dalam kitab suci Al-Qur’an.
“Semoga usai ikuti ujian, saya dan teman-teman bisa memenuhi kriteria sebagai Tahfidz. Meskipun baru bisa 1 atau 2 juz saja. Saya dan teman-teman bertekad untuk terus giat belajar dan berlatih atas bimbingan bapak Aminuddin Azis. Semoga aktifitas ini menjadi pembuka pintu terbaik bagi masa depan saya dan teman-teman,’ ujar Fitriyatul Habibah yang juga aktif di ekstrakurikuler Jurnalistik. (UseOneTo)




Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan