SMAN 1 Gondang Wujudkan SMAGO Berdampak Dalam Program SRC
SMAN 1 Gondang Kabupaten Mojokerto, terus berkreasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Termasuk ketika datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, sekolah dibawah kepemimpinan Johan Bahrudin ini, melakukan kolaborasi kegiatan untuk program School Religious Culture (SRC).
Adapun kegiatan kolaboratif SRC itu dilakukan dengan konsep SMAGO Berdampak. Dimana kegiatan ini terdiri atas 4 giat kreatif. Namanya giat 4 pilar utama SRC – SMAGO Berdampak. Giat itu terdiri dari : (1) Sehat Rumah Ibadahku; (2) Gelar Mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Qur’an); (3) Seni Banjari Al-Jamil; dan (4) Duta Petugas Ibadah Sekolah.
Menurut Kepala SMAN 1 Gondang, Johan Bahrudin, S.Kom., MT., SMAGO Berdampak merupakan gerakan strategis SRC yang diimplementasikan di SMAN 1 Gondang. Program ini dirancang sebagai model transformasi budaya religius berbasis dampak nyata (measurable impact).
Program ini lahir, jelas Johan Bahrudin, dari kesadaran akan esensi pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama tidak cukup berhenti pada penyampaian materi dan rutinitas ibadah formal, tetapi harus menghasilkan perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku yang terukur dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
“SMAGO Berdampak menekankan integrasi antara sistem, pembiasaan, keteladanan, serta evaluasi berbasis data, agar nilai-nilai religius benar-benar hidup dalam ekosistem sekolah. Disisi lainnya, kita juga menjalin kerjasama dengan masyarakat sebagai wujud nyata atas proses experiented learning, baik untuk guru maupun murid,” ungkap Johan Bahrudin serius.
Hal senada juga dinyatakan Said Wahid, S.Ag., M.Pd.I., selaku Koordinator SRC SMAN 1 Gondang. Menurut Said, SMAGO Berdampak memiliki orientasi perubahan pada empat ranah utama. Pertama, perubahan sikap (attitude transformation), yaitu tumbuhnya kesadaran internal, bahwa ibadah adalah kebutuhan rohani, bukan kewajiban yang dipaksakan.
Kedua, peningkatan kualitas ibadah, yang ditandai dengan ketertiban salat berjamaah, kefasihan bacaan Al-Qur’an, dan pemahaman makna ibadah yang lebih mendalam. Ketiga, kepedulian sosial, yaitu keterlibatan nyata siswa dalam pelayanan masyarakat melalui kegiatan religius yang aplikatif. Keempat, penguatan identitas spiritual, yakni terbentuknya karakter siswa yang percaya diri sebagai generasi muslim yang moderat, santun, dan solutif.
“Untuk mencapai tujuan itu, kita sudah siapkan kegiatan yang kolaboratif dan terintegrasi. Dimensinya berupa pembiasaan ibadah yang terstruktur, pengabdian sosial yang aplikatif, seni islami sebagai media dakwah kultural, dan kaderisasi kepemimpinan spiritual murid. Keempat dimensi itu yang kita laksanakan mulai awal Ramadhan,” ucap Said Wahid menegaskan.
TPQ HINGGA BERSIH-BERSIH
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, setidaknya sudah dua kegiatan dilaksanakan. Selain membantu kebersihan tempat-tempat ibadah, Tim SMAGO Berdampak juga mengajar di TPQ yang ada di masyarakat dan giat tadarus. Ketiga kegiatan ini melibatkan unsur tenaga pendidik (guru) dan murid.
Menurut Istiadatul Mufidah, S.Pd., selaku koordinator kegiatan, tujuan umum dari kedua kegiatan itu, membentuk murid/santri yang berkarakter religius, berakhlak mulia, dan mampu membaca serta memahami Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Sedangkan tujuan khususnya, (1) meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid; (2) menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari; (3) membiasakan akhlak terpuji, seperti disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab; (4) meningkatkan pemahaman dasar ibadah, seperti wudhu, shalat, dan doa harian; dan (5) membangun karakter religius dan spiritual murid sejak dini.
“Prinsipnya dalam pelaksanaan ini terjadi kerjasama antara guru, murid, dan masyarakat sasaran. Guru dan murid membantu bersih-bersih tempat ibadah dan juga mengajar bacaan Al-Qur’an. Dengan demikian anak-anak akan tahu dan memahami betul bagaimana mewujudkan perilaku religius ditengah-tengah masyarakat melalui keikutsertaan dalam pelaksanaan kegiatannya,” ujar Mufid, sapaan karib Istiadatul Mufidah.
Masih menurut Mufid, kegiatan yang langsung dibantu murid-murid SMAN 1 Gondang, diantaranya saat membaca Al -qur'an bagi yang sudah mahir dan mendampingi anak baca tulis Al-Qur'an pada jilid 1-5. Murid juga mengajarkan bacaan sholat maupun bacaan surat-surat pendek. Tentunya semua juga didampingi para guru yang sudah ditugaskan dilapangan.
Kegiatan bersih-bersih tempat ibadah dan mengajar di TPQ ini, dilaksanakan di TPQ Al-Hikmah yang berada di Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo. Tepatnya pada Senin, 23 Februari 2026. “Kegiatan seperti ini dilaksanakan tiap minggu dan akan berpindah-pindah sasarannya. Prinsipnya SMAGO Berdampak itu untuk sekolah dan masyarakat,” ungkap Mufid sembari menunjukkan jadwal kegiatan SMAGO Berdampak. (UseOneTo)








Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan