Yuswanto Raider

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berkat BKK, Peserta Didik SMAN 1 Gondang Ini Jualan Takjil Dibulan Ramadhan 1447 H
Stand Penjualan Produk Mamin Hasil Karya Peserta Didik Kelas XII yang Mengikuti BKK Kompetensi Tata Boga, Raih Sukses Besar. (Foto-foto : Humas SMAN 1 Gondang)

Berkat BKK, Peserta Didik SMAN 1 Gondang Ini Jualan Takjil Dibulan Ramadhan 1447 H

SMAN 1 Gondang, melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), tak menyia-yiakan waktu dan peluang. Hadirnya bulan suci Ramadhan, justru dipandang sebagai peluang tepat untuk mengasah dan menguji keterampilan peserta didiknya. Terutama peserta didik yang duduk dikelas XII dan mengikuti program BKK.

Alhasil, peserta didik kelas XII yang konsentrasi belajar kuliner, melakukan produksi makanan dan minuman. Hasil karyanya itu, dijadikan sebagai produk untuk dijual sebagai takjil menjelang buka puasa Ramadhan. Bertempat di depan sekolah, seluruh dagangan peserta BKK itu pun ludes terjual.

Menanggapi kondisi itu, Kepala SMAN 1 Gondang, Johan Bahrudin, S.Kom., MT., menyatakan rasa syukur dan bangganya. Tentu saja karena daya kreatifitas peserta didiknya yang mampu membuktikan kompetensinya. Mengingat, setidaknya peserta didik itu telah mengikuti empat kali pertemuan program BKK bidang tata boga atau kuliner.

“Inilah salah satu tujuan kenapa BKK harus ada di SMAN 1 Gondang. Heterogenitas potensi peserta didik, harus difasilitasi dan diberikan ruang untuk mengeksplorasi. Sehingga anak-anak mampu menemukan alternatif untuk tambahan bekal hidup di masyarakat,” ungkap Johan sembari menengadahkan kedua tangan sebagai tanda syukurnya.

Tidak semua lulusan di SMAN 1 Gondang, lanjut Johan, mampu melanjutkan kuliah. Tetapi bukan berarti mereka harus diam ditempat dan tidak dibekali apa-apa. Melalui BKK di SMAN 1 Gondang, calon lulusan dispesifikasi sesuai minat bakatnya. Setelah itu dibekali dengan materi dan praktik yang memadai. Praktik wirausaha ini salah satu buktinya.

Guna menyukseskan program BKK, Johan menyatakan bila sekolahnya telah mengambil langkah strategis melalui kerjasama dengan berbagi pihak. Diantaranya adalah dengan Larasdikdudi Jatim, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto, SMKN 1 Jatirejo, dan SMKN 1 Sooko. Hal itu sudah direstui dan atas restu Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto.

DELIVERY ORDER

Selaras dengan pernyataan Johan Bahrudin, Ketua BKK SMAN 1 Gondang, Indah Larasati, S.Pd., juga menyatakan rasa syukur dan bangganya atas kinerja peserta didik kelas XII. Utamanya peserta didik yang mengikuti kelas tata boga. Melalui penyediaan produk olahan makanan dan minuman untuk takjil, setidaknya mereka mampu menunjukkan bukti atas apa yang sudah dijalaninya selama sebulan berjalan.

“Anak-anak sudah menerima materi dan praktik langsung. Setidaknya sudah 4 kali pertemuan. Nah, inisiatif mereka berjualan saat takjil, tentu kita respon dan langsung bergerak. Bersyukur, produk olahan mereka betul-betul bisa dinikmati dan layak dikonsumsi. Selain variatif juga sehat dan halal,” ungkap Indah Larasati yang juga guru bimbingan konseling itu.

Mengingat jumlah peserta didik yang memilih tata boga lumayan banyak, sekitar 68 anak, lanjut Indah Larasati, maka model penjualan produk olahan mereka digilir. Anak-anak dikelompokkan sesuai menu yang mereka sepakati untuk dijual. Barulah mereka akan berjualan secara giliran selama emapt hari, terhitung sejak tanggal 2 – 6 Maret 2026.

“Sekolah menyiapkan tenda yang ditempatkan tepat didepan pintu gerbang sekolah. Omzet anak-anak lumayan bagus. Ternyata mereka tak hanya menjual langsung, tetapi juga mempraktikkan jualan secara online dengan layanan antar,” ungkap Indah yang kembali menyatakan pujiannya untuk peserta didiknya.

Pernyataan Indah Larasati pun didukung pengakuan Sherly Anggraeni, peserta BKK Tata Boga kelas XII.4. Dirinya bersama lima belas temannya, membuat produk kesukaan gen-z. Selain takjil bentuk makanan ringan, juga menjual minuman es buah rasa nano-nano. Alhasil, jualannya pun laris manis dan untung banyak.

“Saya dan teman-teman sudah bagi tugas. Ada yang bagian penjualan langsung dan ada juga yang bagian delivery order. Hanya saat memasak kita sudah sepakat melakukan secara bersama-sama. Tujuannya biar kita saling mengasah keterampilan seperti petunjuk narasumber dan instruktur BKK,” ujar Sherly bersemangat.

Pada kesempatan ini, Sherly atas nama teman-teman seminat di tata boga, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh kepala sekolah dan Tim BKK. Tanpa adanya inovasi dalam pemberian bekal tambahan pada peserta didik, dirinya mengaku tidak akan bisa seperti sekarang. Hal itu juga dirasakan teman-teman lainnya yang sekarang mau lulus.

“Terima kasih pak Johan dan Tim BKK sekolah. Saya dan teman-teman akhirnya bisa berbuat lebih banyak atas adanya BKK. Setidaknya saat praktik jualan ini, saya dan teman-teman sudah bisa memanej keuangan dan meraih untung. Meski kami tidak bisa melanjutkan kuliah, setidaknya kami punya harapan untuk hidup dan berwirausaha,” ujar Sherly dengan mata berbinar-binar. (UseOneTo)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post