Yuswanto Raider

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Disnaker Kabupaten Mojokerto Bekali 174 Peserta BKK SMAN 1 Gondang
Kepala SMAN 1 Gondang, Samsuari, S.Pd., MT., (tengah) Saat Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Siswa di Dunia Usaha dan Dunia Industri, Jum'at, 17 April 2026. (Foto-foto : Istimewa/Fitri/Ekskul Jurnalistik)

Disnaker Kabupaten Mojokerto Bekali 174 Peserta BKK SMAN 1 Gondang

SMAN 1 Gondang Kabupaten Mojokerto, tampaknya menunjukkan keseriusannya dalam peningkatan mutu layanan pendidikan. Kali ini dibuktikan dengan pemberian bekal wawasan ketenagakerjaan, khususnya bagi kelas XII atau calon lulusannya. Tak ayal, pada Jum’at (17/04/26), sekitar 174 calon lulusan itu di-branding Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan yang merupakan rangkaian program pelatihan peningkatan kompetensi dunia usaha dan dunia industri (DUDI), tergelar berkat kerjasama SMAN 1 Gondang dengan Disnaker Kabupaten Mojokerto. Melalui unit Bursa Kerja Khusus (BKK) SMAN 1 Gondang, pada akhirnya ratusan peserta didik pun berkesempatan untuk membidik peluang kerja.

Kepala SMAN 1 Gondang, Samsuari, S.Pd., MT., dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas keberadaan BKK. Diharapkan kedepannya, BKK mampu memberikan berbagai bekal wawasan dan keterampilan bagi para calon lulusan, terutama yang berkeinginan untuk bekerja dan tidak studi lanjut ke perguruan tinggi.

“Giat ini pastinya sangat bermanfaat, utamanya bagi calon lulusan yang ingin langsung bekerja. Oleh karenanya, dengan kehadiran Disnaker yang memberikan berbagai wawasan maupun motivasi, mampu menjadi pelecut anak-anak untuk tepat dan akurat dalam mencari pekerjaan yang diharapkan,” ujar Samsuari menyemangati.

Lebih lanjut ditegaskan Samsuari, peserta didik yang setelah lulus ingin bekerja, harus bisa memanfaatkan kesempatan ini. Pihak Disnaker tentunya akan memberikan tambahan wawasan dalam membidik peluang kerja dan meraih pekerjaannya. Prinsipnya, semua pekerjaan itu dapat diraih dengan modal peningkatan kompetensi dan kapasitas diri.

“Kita sadar bilamana anak-anak ini bukan peserta didik SMK yang sudah dicetak siap kerja. Namun, bukan berarti anak-anak akan kehilangan kesempatan dalam menggapai peluang kerja. Hal terpenting, secara wawasan, mentalitas, dan modal keterampilan yang dimiliki dapat dimaksimalkan ketika berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan. Termasuk dalam hal wawasan dan keterampilan berwirausaha,” ucap Samsuari memotivasi.

Disisi lain, Indah Larasati, S.Pd., Ketua BKK SMAN 1 Gondang juga berharap. Kehadiran Disnaker Kabupaten Mojokerto yang turut memberikan bekal, bertujuan untuk menambah wawasan peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan kerja. Pembekalan dari Disnaker akan memberikan banyak manfaat dalam menyiapkan diri dalam meraih pekerjaan maupun berwirausaha.

“BKK menjadi kepanjangan tangan sekolah untuk pembekalan kesiapan meraih pekerjaan. Oleh karenanya, segala cara dan metode ditempuh agar peserta didik betul-betul mendapatkan peluang kerja. Pembekalan seperti ini sudah dilakukan sekolah dalam dua tahun ini. Hasilnya cukup baik. Sekarang ditambah dengan keterlibatan Disnaker, tentu akan memberikan hasil yang lebih baik,” ujar Indah Larasati sembari menunjukkan grafik peningkatan peserta BKK.

Indah Larasati juga menandaskan, upaya pemberian bekal bagi calon lulusan SMAN 1 Gondang, menjadi bagian krusial dalam peningkatan mutu dan layanan pendidikan. Fakta itu merujuk pada data calon lulusan, dimana lebih dari 60% calon lulusan lebih memilih untuk bekerja. Sementara sisanya ada yang melanjutkan kuliah, sekolah kedinasan, dan bahkan mendaftar seleksi TNI dan Polri.

MISTERI KERJA

Sementara itu, narasumber dari Disnaker Kabupaten Mojokerto, Dwi Yatno, A.P., M.Si., menyampaikan materi seputar permasalahan pokok ketenagakerjaan, angka pengangguran, keterampilan berwirausaha, ciri-ciri manusia wirausaha, hingga tips mewujudkan mimpi menjadi kenyataan dalam dunia kerja.

“Mimpi itu hanya ada ketika seseorang tidur. Tapi bila anak-anak ingin mencapai kesuksesan, maka itu juga disebut mimpi dalam kondisi sadar, dan bukan saat tidur. Tentunya untuk mewujudkan mimpi sadar itu, dibutuhkan banyak modal, usaha, dan proses yang panjang. Jangan takut gagal kalau mimpi pingin berhasil,” ujar Dwi Yatno serius.

Dwi Yatno yang menjabat sebagai Kepala Bidang Perluasan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja itu, juga menunjukkan tingginya angka pengangguran dibanding ketersediaan pekerjaan. Oleh karenanya, meningkatkan wawasan, keterampilan, dan mampu membidik potensi melalui kewirausahaan, menjadi stategis dan menjanjikan.

“Bekerja dengan berwirausaha itu, menjadi salah satu indikator daya juang seseorang. Merenungkan potensi dan kompetensi dirinya agar mampu menciptakan peluang kerja, bukanlah sesuatu yang mudah. Bilamana lulusan SMA mampu berwirausaha, hal itu menjadi bukti keberhasilan seseorang. Jadi jangan putus asa!” ucap Dwi Yatno memotivasi.

Masih menurut Dwi Yatno, setidaknya ada 5 (lima) yang dapat menunjukkan arti pentingnya kewirausahaan. Melalui kewirausahaan, (1) dapat meningkatkan daya berpikir kreatif; (2) mengambil keputusan lebih cepat dan tepat; (3) kepemimpinan; (4) manajerial; dan (5) hubungan antar manusia.(UseOneTo)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post