Heboh! Ternyata Begini Cara SMAN 1 Trawas Antar Mutasi Kepala Sekolahnya
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 1 Trawas, sejenak bikin heboh. Kejadiannya di area SMAN 1 Gondang. Tepatnya, saat keluarga besar SMAN 1 Trawas mengantar kepala sekolahnya yang mutasi ke SMAN 1 Gondang. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 2 April 2026 lalu.
Berawal dari acara serah terima jabatan Kepala SMA/SMK yang digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, tepatnya pada Selasa, 31 Maret 2026, di SMKN 1 Dlanggu. Berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur, Kepala SMAN 1 Trawas, Samsuari, S.Pd., MT., mendapat giliran mutasi ke SMAN 1 Gondang, menggantikan Johan Bahrudin, S.Kom., MT., yang kini menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Dlanggu.
Rombongan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 1 Trawas, datang dengan mengendarai puluhan motor. Usai memarkir motor-motornya, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pun menghampiri mantan kepala sekolahnya. Tanpa babibu, akhirnya Samsuari, S.Pd., MT., dikawal dan diarak menuju aula Graha Majapahit SMAN 1 Gondang.
SMC GUYUP
Hebohnya keluarga besar SMAN 1 Trawas saat mengantar mantan pimpinan sekolahnya, tak luput dari konstribusi SMANETRA Motor Club (SMC). Sekedar diketahui, SMAN 1 Trawas menjadi satu-satunya sekolah yang memiliki komunitas motor. Dalam SMC, bergabung segenap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan internal sekolah yang berada di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto itu.
Menurut Drs. Narun yang dianggap sesepuh, keberadaan SMC adalah untuk wadah dalam merajut dan memupuk kebersamaan warga SMAN 1 Trawas. Aneka merk dan tipe motor pun bergabung tanpa melihat perbedaan. Bahkan SMC sendiri memiliki agenda rutin kegiatan diluar sekolah yang bersifat mandiri dan rekreatif.
“SMC hanya sebagai sarana memperkuat rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan saling mendukung satu sama lainnya. Orientasi didalam sekolah, justru kita makin bersinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Sedangkan ketika keluar, tak jarang yang kita diskusikan juga menemukan berbagai solusi untuk peningkatan eksistensi dan kredibilitas sekolah,” uncap Narun yang juga mantan wakasek humas itu.
Alhasil, kebersamaan keluarga besar SMAN 1 Trawas di SMC itu pun, dibuktikan saat mengantar Samsuari S.Pd., MT., mutasi ke SMAN 1 Gondang. Sedangkan posisi kepala SMAN 1 Trawas kini diduduki Suyud Prabudi, S.Sos., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Plemahan Kabupaten Kediri.
SOPIR ELF LONG
Selanjutnya, pada acara seremonial perpindahan kepala SMAN 1 Trawas ke SMAN 1 Gondang, suasananya pun terlihat santai dan menyenangkan. Meski dengan segenap kesederhanaan hidangan, acara itu diwarnai dengan canda tawa dan penuh rasa kekeluargaan. Terutama suasana yang dimunculkan dari keluarga besar SMAN 1 Trawas,
Pada kesempatan ini, Samsuari yang kini menjabat di SMAN 1 Gondang, berkesempatan menyampaikan kesan atas pengalamannya selama memimpin di SMAN 1 Trawas. Faktanya, ada pernyataan unik dalam bentuk kiasan yang lepas dari ungkapan mantan guru SMAN 1 Gedeg yang juga pernah menjabat kepala sekolah di kawasan Sampang Madura itu.
“Bila di SMAN 1 Trawas, saya seperti mengemudikan Toyota Hiace Premium. Kini saya mengawali di SMAN 1 Gondang, sepertinya saya mengemudikan kendaraan jenis Isuzu Elf Long. Jadi semuanya butuh adaptasi dan penyesuaian di berbagai hal maupun kondisi,” ungkap Samsuari disambut gelak tawa keluarga besar SMAN 1 Trawas maupun SMAN 1 Gondang.
Lebih jauh Samsuari mengibaratkan, saat mengemudikan Hiace Premium, segala sesuatunya terasa nyaman dan penuh keberkahan. Bahkan ketika melewati jalan berlubang dan jalan macadam pun, naik Hiace Premium tetap nyaman. Karena body dan suspensi kendaraannya kokoh lagi kuat dan terukur. Oleh karenanya tak perlu melakukan spooring dan balancing terhadap semua kondisinya.
Sementara, sekarang mengemudikan Elf Long. Muatannya mungkin tidak jauh berbeda dengan Hiace Premium, tetapi masih butuh penyesuaian. Apalagi bila dibandingkan secara usia kendaraannya terpaut jauh. Tentu saja dalam memegang kemudi Elf Long, sangat diperlukan berbagai upaya “service” maupun spooring dan balancing diberbagai komponen dan spare part-nya.
“Saya sangat paham atas situasi dan kondisi masing-masing mobilnya. Oleh karenanya, saya juga harus adaptif dan bekerja ekstra untuk melakukan berbagai kebijakan. Utamanya untuk menjamin keselamatan sopir dan penumpangnya. Saya akui agak ringan, karena sopir Elf Long sebelumnya, sudah banyak melakukan “service” maupun pergantian spare part-nya,” ujar Samsuari sembari melirik Mohamad Asmunir, S.Pd., Wakasek Humas SMAN 1 Gondang.
PENUH KESAN
Sementara itu, banyak ungkapan positif yang diungkapkan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan SMAN 1 Trawas, terutama seputar kepemimpinan Samsuari. Secara prediktif, Samsuari sudah memimpin Sekolah Pelestari Seni Tradisi dan Budaya Nusantara itu, sekitar 16 bulan (75 minggu atau 526 hari). Terhitung sejak 22 Oktober 2024 hingga 31 Maret 2026.
“Pak Samsuari itu tenang dan koordinatif. Beliau tidak banyak bicara tetapi memberikan ruang ekspresi bagi guru, karyawan, dan khususnya peserta didik. Selama ini, bila menyangkut kebijakan sekolah, beliau selalu berkoordinasi untuk dapat mengambil keputusan terbaik, demi terwujudnya pendidikan bermutu disekolah ini. Faktanya, hal itu mampu mendongkrak prestasi sekolah secara maksimal,” ungkap Wahyu Prasetyo, S.Pd., yang kini menjabat Wakasek Humas menggantikan Drs. Narun yang purna tugas alias pensiun.
Pengampu mapel PJOK itu juga menegaskan, bilamana ada hal lain yang lepas dari pengamatan banyak pihak. Menurutnya, sosok Samsuari adalah pemimpin sekolah yang mengedepankan asas kepatutan dan kebermanfaatan. Segala urusan anggaran, Samsuari dikenal sangat akuntabel dan mampu mendeteksi berbagai hal yang tidak proporsional.
“Beliau itu lama dan berpengalaman dalam bidang keuangan. Mengingat, sebelum menjadi kepala sekolah, beliau sudah berkutat dalam bidang perbendaharaan disekolah. Potensi inilah yang menuntut manajemen sekolah harus mampu menyusun anggaran secara pas dan proporsional,” ungkap alumni PJOK Universitas Negeri Surabaya itu serius.
Disisi lainnya, Wahyu juga mengungkapkan bilamana sosok Samsuari merupakan seseorang yang berkarakter pendiam tapi humoris. Bahkan dalam keseharian di SMAN 1 Trawas, Samsuari tak pernah membeda-bedakan jabatan dan posisi dalam bergaul. Modal dan model pemimpin seperti itulah yang mampu mendongkrak prestasi sekolah.(UseOneTo)









Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan