Yuswanto Raider

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pelajar SMAN 1 Gondang Dilatih Business Design Thinking Tim Larasdikdudi Jatim dan ITS
Ketua Larasdikdudi Jatim, Yudha Prasetyawan, Ketika Memberikan Game Komunikasi Pada Peserta BKK SMAN 1 Gondang, Sabtu, 18 April 2026 di Aula Graha Majalahit. (Foto-foto : Yuswanto Raider)

Pelajar SMAN 1 Gondang Dilatih Business Design Thinking Tim Larasdikdudi Jatim dan ITS

SMAN 1 Gondang baru saja berganti kepemimpinan. Kali ini giliran Samsuari, S.Pd., MT., yang menduduki posisi kepala sekolah, terhitung sejak 1 April 2026 lalu. Meski demikian, dirinya berkomitmen melanjutkan program kepala sekolah sebelumnya, Johan Bahrudin, S.Kom., MT., yang mendirikan unit Bursa Kerja Khusus (BKK).

Seperti tahun sebelumnya, BKK SMAN 1 Gondang menghadirkan Tim Penyelarasan Pendidikan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Larasdikdudi) Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal tambahan wawasan dan keterampilan dalam berwirausaha. Program itu sudah berjalan dua tahun sebagai upaya menyiapkan tenaga kerja yang handal. Khususnya bagi calon lulusan SMAN 1 Gondang yang tidak melanjutkan studi/kuliah.

“Sesuai paparan program BKK, pembekalan wawasan dan keterampilan dunia kerja, sudah memasuki masa final. Dimana anak-anak kelas XII harus mengikuti pembekalan intensif, setelah mereka praktik diberbagai tempat dan berbagai keterampilan,” ungkap Samsuari, S.Pd., MT., Kepala SMAN 1 Gondang yang baru.

Lebih lanjut ditegaskan Samsuari, bila program ini sebelumnya sudah dilaksanakan oleh kepala sekolah sebelumnya. Diakuinya bila program ini bagus dan sangat bermanfaat bagi peserta didik SMAN 1 Gondang, terutama yang ketika lulus ingin bekerja. Sehingga, pembekalan ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam peningkatan pelayanan pendidikan.

“Saya sangat mendukung keberadaan BKK ini. Bagaimana pun, para lulusan itu tidak semuanya bekerja. Oleh karenanya, kerjasama dengan Larasdikdudi Jatim dan ITS tetap saya lanjutkan bersama Tim BKK. Nah, akhirnya anak-anak mendapatkan tambahan wawasan sekaligus keterampilan yang memadai, baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujar Samsuari penuh optimisme.

Pastinya, lanjut Samsuari, semua peserta BKK yang kelas XII, benar-benar harus memanfaatkan program pelatihan ini. Selain materinya tidak didapatkan dalam pembelajaran, setidaknya akan mampu menjadi pelecut dalam membangun potensi dirinya. Sehingga ketika bekerja dan berwirausaha, tidak banyak mengalami kesulitan.

Sementara itu, Indah Larasati, S.Pd., selaku Ketua Tim BKK menyatakan sependapat sekaligus berterima kasih pada Kepala SMAN 1 Gondang. Mengingat, segenap kebijakan dan dukungan pimpinan sekolah, menjadi jaminan semakin lancar dan berkembangnya BKK. Apalagi, SMAN 1 Gondang menjadi satu-satunya SMAN di Mojokerto Raya yang memiliki BKK seperti halnya di SMK.

Menurut Indah Larasati, kehadiran Tim Larasdikdudi dan mahasiswa ITS, bertujuan memberikan beberapa wawasan dan keterampilan khusus pada peserta BKK SMAN 1 Gondang. Materi yang disajikan pada Sabtu (18/04/2026), mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu, membahas seputar Digital Marketing dan berbagai keterampilan untuk melamar kerja, membuat curriculum vitae (CV), dan saat menghadapi interview/wawancara kerja.

“Kita belajar dari pengalaman tahun kemarin. Peserta BKK yang mengikuti materi dari Tim Larasdikdudi Jatim dan mahasiswa ITS, mengaku mendapatkan manfaat besar. Terutama saat mereka mempersiapkan diri untuk melamar kerja secara online. Oleh karenanya, peserta sekarang sangat antusias untuk mengikutinya,” ungkap Indah Larasati dan diamini Tim BKK lainnya, Ilman, Arifin, dan Nur Komari.

UP TO DATE

Selanjutnya, narasumber utama dari Larasdikdudi Jatim adalah Yudha Prasetyawan. ST., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., yang juga dosen senior di Teknik Industri ITS Surabaya. Yudha, sapaan karibnya, memberikan materi secara detil seputar membangun bisnis/usaha dan bagaimana menghadapi berbagai tahapan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

Bahkan dalam penjelasan materinya, Yudha menyontohkan kesuksesan Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan Nasional. Pada tahun 2010, Nadiem Makarim mendapatkan ide bisnis GOJEK dari pengalaman pribadinya. Saat itu beliau bekerja sebagai karyawan di Jakarta dan sering merasa kesulitan mendapatkan ojek di tengah kemacetan kota. Sejak itulah muncul ide brilian dan meraksasa hingga kini.

“Kalian tidak lanjut kuliah itu tidak apa-apa dan jangan minder. Justru ketika kalian memilih bekerja dan berwirausaha, tantangannya lebih berat dibanding dengan kuliah. Kalian harus lebih cerdas, kreatif, dan memiliki keunikan untuk mengembangkan diri. Disitulah kelak kalian akan bisa berjuang dan mampu hidup sukses dengan jerih payah dan perjuangan yang tak kenal putus asa,” ujar Yudha Prasetyawan memotivasi peserta BKK SMAN 1 Gondang.

Bila mau berwirausaha, lanjut Yudha, salah satu unsur penting adalah keunikan produk. Mengingat banyak produk yang sama dipasaran, maka harus ditingkatkan daya saingnya dengan memiliki keunikan produk. Hal itu akan menjadi nilai tambah bagi produk yang dibuat dan tentunya akan kuat dalam menghadapi persaingan pasar.

Sekedar diketahui, peserta BKK SMAN 1 Gondang terlihat sangat antusias ketika mengikuti materi. Pasalnya, narasumber juga mengajak peserta bermain berbagai game. Asyiknya, game yang disimulasikan untuk peserta selaras dengan materi yang disajikan. Salah satunya game komunikasi. Peserta harus menempatkan balok warna-warni sesuai bentuk bidangnya, dilubang yang sudah disiapkan. Satu pemain memakai penutup mata yang diarahkan pemain lain dengan instruksi kata. Akhirnya akan kelihatan cara komunikasinya.

Masih menurut Yudha, keunikan produk menjadi nilai tambah, agar produk bisa tampil beda dari pesaing lainnta. Oleh karenanya, minimal ada empat manfaat dari keunikan produk itu. (1) Dapat memperpanjang siklus hidup produk; (2) Lebih mudah diingat konsumen; (3) Membangun branding (citra produk); dan (4) Menarik lebih banyak pelanggan.

“Sekarang kalian kita ajak berpikir jauh, bagaimana merancang wirausaha yang tahan uji dan prospektif. Sedangkan yang mau langsung bekerja, kita ajari bagaimana membuat CV yang baik, membuat lamaran pekerjaan secara online, dan tips hadapi wawancara kerja,” ujar Yudha Prasetyawan yang juga Ketua Larasdikdudi Jatim, periode 2024 – 2029.

Selain itu, khusus tiga mahasiswa ITS (, memberikan materi pola perhitungan wirausaha. Disisi lainnya, ketiga mahasiswa teknik industri itu, juga langsung melatih peserta BKK SMAN 1 Gondang untuk membuat CV, menulis lamaran pekerjaan secara online, dan satu-persatu dilatih menghadapi wawancara kerja. Suasana pelatihan pun hidup dan menyenangkan.

Kebermanfaatan pelatihan dari Larasdikdudi Jatim dan ITS, diakui langsung oleh Syaila Anjani, peserta BKK dari program Bisnis Digital. Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber sangat bermanfaat. Apalagi dalam penyampaian materinya sangat unik dan menyenangkan. Sehingga membuat dirinya banyak pingin tahu akan berbagai hal.

“Narasumbernya qualified dan up to date. Saya maupun teman-teman sangat terbantu, baik dari wawasan maupun keterampilannya. Sebab, setelah menerima materi, kita juga dilatih langsung untuk membuat berbagai kebutuhan wirausaha, digital marketing, dan hal-hal teknis yang berhubungan dengan persaingan mendapatkan pekerjaan,” ungkap Syaila merasa puas.(UseOneTo)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post