Begini Harapan Kacabdindik Mojokerto Raya Atas FLS3N Kabupaten Mojokerto 2026
Jalan-jalan ke Mojosari… Tidak lupa membeli kue legendaris…Walaupun festival seni sudah ditutup hari ini…Semangat seni tetap membara dan kita tetap optimis (Pinky Hidayati, 30.04.2026)
Jajaran MGMP Seni Budaya SMA/SMK/MA negeri dan swasta Se-Kabupaten Mojokerto layak bersyukur. Sukses besar diraih dalam gelaran seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) se-Kabupaten Mojokerto tahun 2026. Ajang kompetensi bergengsi itu digelar pada Kamis (30/04) bertempat di SMKN 1 Dlanggu.
Menurut Rio Teguh Prakoso, S.Sn., selaku Ketua Panitia Seleksi FLS3N Dikmen Kabupaten Mojokerto tahun 2026, sedikitnya diikuti 284 peserta di 16 cabang lomba dari 36 sekolah (SMA/SMK/MA) negeri dan swasta. Dimana sejumlah peserta itu sudah terdaftar di akun Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Terima kasih kepada semua pihak seperti MGMP Seni Budaya, juri, guru pembimbing, terutama jajaran Cabdindik Mojokerto Raya, serta terkhusus pada SMKN 1 Dlanggu sebagai tuan rumah. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan mohon saran masukannya untuk perbaikan untuk kedepannya,” ucap Rio saat menyampaikan laporan saat penutupan acara.
Menurut Rio, pada seleksi FLS3N kali ini, kinerja tim juri tak perlu diragukan lagi. Tim Juri merupakan sosok yang kompeten dan profesional dibidangnya (pakar seni dan budaya, akademisi, seniman, pengajar, praktisi, dosen seni). Dirinya juga menyatakan selamat bagi para juara dan ingatlah bila perjuangan belum berakhir.
“Peserta yang Juara 1 akan mewakili seleksi ditingkat Jawa Timur, yang belum juara tetap semangat dan pantang menyerah. Semoga kegiatan ini terus menjadi wadah untuk memajukan seni budaya ditingkat pelajar serta melahirkan generasi yang berkarakter, kreatif dan berdaya saing,” pungkas Rio yang juga alumni STKW Surabaya itu.
PESAN KACABDINDIK
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto (Kacabdindik Mojokerto Raya), Pinky Hidayati, S.Psi., M.Psi., memuji keberhasilan dan kesuksesan pelaksanaan FLS3N Se-Kabupaten Mojokerto tahun 2026 ini. Tak lupa, Pinky Hidayati juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.
“Peserta FLS3N adalah anak-anak yang hebat, kreatif luar biasa, pecinta seni dan penjaga nilai-nilai luhur di Kabupaten Mojokerto. Jangan ragu-ragu dan demam panggung, anggap semua itu sebagai proses yang harus dihadapi dan pasti memberikan makna,” ujarnya menegaskan dan memotivasi.
Lebih jauh dijelaskan Pinky Hidayati, bilamana anak-anak yang tampil adalah bukti sebagai anak-anak hebat, kreatif, dan luar biasa. Anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Bagi yang meraih Juara 1 harus lebih diintensifkan berlatih untuk mewakili Mojokerto dan berlaga di tingkat Jawa Timur. Pinky juga sangat berharap para juara bisa mencapai FLS3N Nasional 2026 dan pulang membawa kemenangan bagi Jawa Timur.
“Anak-anak yang belum meraih juara tidak perlu kuatir, Seni ini, bukan masalah baik atau tidak baik, atau belum unggul. Ini masalah rasa dan juga ada waktunya saja. Teruslah berlatih dan mengasah diri Insya Allah kalian akan tiba pada puncak dan tampil hari ini sudah sangat membanggakan,” ujarnya memotivasi dan diamini seluruh undangan.
Sekedar diketahui, acara awarding kali ini juga dihadiri jajaran pejabat Cabdindik Mojokerto Raya, para Ketua MKKS SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta, para kepala sekolah, guru pembimbing, dan tentunya beberapa dewan juri FLS3N 2026 dari ke-16 cabang lomba.
“Terima kasih pada panitia, dewan juri, sehingga penilaian ini dapat dipertanggungjawabkan untuk membawa Mojokerto hingga seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Kita tahu bila Tim FLS3N Jawa Timur pernah meraih juara umum diajang FLS3N tahun 2025. Tetap semangat dan bersama kita bisa!” ujar Kacabdindik yang dikenal supel dan energik itu.
Pada kesempatan ini, Pinky Hidayati juga berpesan, gelaran FLS3N kali ini boleh saja berakhir, namun semangat berkarya dan mengasah jiwa seni tidak boleh berakhir melainkan harus terus dikembangkan. Karena seyogjanya manusia yang memiliki cita rasa seni tinggi adalah manusia yang berbudaya yang kelak hidupnya akan penuh dengan warna.
BUTUH INTENSIF
Selaras dengan pesan dan harapan Kacabdindik Mojokerto Raya, jajaran pegiat seni budaya pun lebih menajamkan tekad. Salah satunya diungkatpak Drs. Sugeng Wibawa, selaku Pembina MGMP Seni Budaya Kabupaten Mojokerto. Talenta-talenta seni budaya harus mendapatkan perhatian dana pembinaan yang lebih baik lagi.
“Konstribusi para guru seni budaya, bisa menjadi indikator atas kualitas karya maupun upaya pelestarian seni budaya dilingkup Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan keselarasan dalam program pembinaan seni budaya sekaligus event-event yang akan menjadi pemantik sebelum agenda seleksi FLS3N. Saya yakin guru-guru seni budaya mampu!” ujar Sugeng Wibawa menegaskan pentingnya keberlanjutan pembinaan.
Pada kesempatan ini, Kepala SMAN 1 Sooko itu juga menyampaikan ucapan terima kasih, khususnya pada panitia FLS3N yang dinilai sukses menyelenggarakan seleksi ditingkat Kabupaten Mojokerto. Sugeng Wibawa juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para juara FLS3N Kabupaten Mojokerto yang nantinya akan mewakili di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Seperti yang sudah ditegaskan ibu Kacabdindik, tentunya saya juga berharap agar anak-anak yang mewakili ditingkat provinsi, bisa raih juara dan melaju ditingkat Nasional. Semua itu tentunya butuh perhatian dan pembinaan yang lebih intensif dari masing-masing sekolah maupun MGMP Seni Budaya,” tutur Sugeng Wibawa serius lagi optimistis.
Sementara itu, Bambang Parikesit, S.Pd. (Ketua MGMP Seni Budaya Kabupaten Mojokerto), sangat mendukung arahan Kacabdindik maupun pembina MGMP Seni Budaya. Hal itu didasari oleh pengalaman dirinya, ketika mendampingi siswa SMAN 1 Gondang atas nama Alfa Julian (Jurnalistik) yang lolos hingga FLS3N 2025 di ISI Jakarta.
“Intensitas latihan harus diprogramkan sekolah, utamanya dalam hal teknis sesuai bidang lomba yang dimenangkan. Namun jangan lupa, unsur kualitas dan kapabilitas mental siswa, juga harus dilatih dan dibekali dengan berbagai motivasi. Jangan sampai, materi dan teknis sudah mumpuni, tetapi mental fighter-nya babak belur. Sulit untuk merebut juara ditingkat nasional,” ungkap Bambang Parikesit untuk menjadi perhatian sekolah.
Disisi lainnya, lanjut owner MyDebz Batik itu, baik kompetisi ditingkat Provinsi Jawa Timur maupun ditingkat nasional, peserta FLS3N harus siap untuk praktik dan terjun langsung dilapangan. Tema bisa sama, tetapi objek materiil yang ditunjuk panitia atau juri ditingkat provinsi maupun nasional, bisa saja berbeda. Disinilah dibutuhkan kesiapan mental tangguh.(UseOneTo)







Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan