SMAN 1 Gondang, Dapat Kado 9 Prestasi Pada Peringatan Hardiknas 2026
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, menjadi hari istimewa bagi SMAN 1 Gondang, Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, bertepatan dengan pelaksanaan upacara Hardiknas disekolah, Senin (04/05), sekolah yang sudah menginjak umur 40 tahun itu, mendapat kado prestasi dari murid-muridnya.
Sontak kabar itu membuat bangga Kepala SMAN 1 Gondang, Samsuari, S.Pd., MT. Bagaimana pun, raihan prestasi itu menjadi perlambang baik bagi kepemimpinannya yang genap sebulan di SMAN 1 Gondang. Kontan saja Samsuari langsung mengucapkan syukur atas apa yang sudah diraih murid-muridnya.
“Saya sangat bersyukur dan bangga atas capaian mereka. Oleh karenanya, tepat dalam giat upacara Hardiknas ini, seluruh murid yang meraih prestasi dalam seminggu ini, langsung kita berikan penghargaan. Semoga kado prestasi ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan pendidikan bermutu dan berdampak disemua aspek,” ujar Samsuari usai menjadi pembina upacara Hardiknas 2026.
Capaian Sembilan prestasi itu, lanjut Samsuari, menjadi bukti bilamana sekolah yang dipimpinnya memiliki banyak potensi dan talenta. Baik potensi dari murid-muridnya maupun para guru pembimbingnya. Semua mampu berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah.
“Prestasi anak-anak diraih diajang FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan ekstrakurikuler Paskibra. Saya atasnama sekolah maupun pribadi mengucapkan terima kasih pada seluruh murid yang berjuang dan juga para guru yang sudah mendampingi dengan maksimal,” tandas Samsuari sembari menunjukkan beberapa piagam penghargaan raihan murid-muridnya.
SEMBILAN JUARA
Kado prestasi yang dipersembahkan murid-murid SMAN 1 Gondang pada Hardiknas 2026, berasal dari ajang FLS3N, O2SN, dan Lomba Paskibra. Prestasi itu terkumpul dalam kurun waktu antara 26 April 2026 hingga 4 Mei 2026. Hal inilah yang membuat peringatan Hardiknas 2026 di SMAN 1 Gondang lebih bermakna.
Usai acara utama upacara Hardiknas, Kepala SMAN 1 Gondang dan beberapa jajaran Wakil Kepala Sekolah, langsung menyerahkan penghargaan pada puluhan murid berprestasi itu. Adapun untuk juara yang diraih diajang FLS3N Dikmen Kabupaten Mojokerto tanggal 30 April 2026 sebanyak 7 juara.
Beberapa juara di FLS3N Dikmen itu adalah : (1) Juara 2 Jurnalistik atas nama Sofia Maharani (XI-4); (2) Juara 3 Cipta Puisi atas nama Dedi Kurniawan (XI-4); (3) Juara 3 Menyanyi Solo Putra oleh Alvino Ardiansyah (X-1); (4) Juara Harapan 1 Monolog atas nama Serent Berlient Faith (X-2);
(5) Juara Harapan 1 Film Pendek atas nama Moch. Abi Nashoikhul Afandi (XI-2), Zahra NurJanah (XI-5), dan Cicilia Mega Ayu P. S (XI-4); (6) Juara Harapan 2 Fotografi atas nama Fitriyatul Habibah (X-1); dan (7) Juara Harapan 2 Instrumen Solo Gitar oleh Ahmad Fatih K. (XI-4).
Sementara itu, untuk prestasi yang diraih diajang O2SN 2026, adalah raihan Juara II Panjat Tebing yang disabet Muhammad Veri Adrean (XI-6). Selain menjadi atlet panjat tebing, Muhammad Veri Adrean juga menjadi Ketua Ekskul Pecinta Alam SMAN 1 Gondang (Smadangpala). Kegiatan ini dilaksanakan di GOR A Yani Kota Mojokerto (04/05). Keberhasilan itu disaksikan langsung guru pendampingnya, pak Huda dan bu Kiki.
Sedangkan dari ekstrakurikuler Paskibra atau Passmago, tepat pada (26/04) mampu meraih Juara Utama 1 Lomba Regu Pengibar Bendera Dalam Rangka Hari Jadi Ke-733 Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Mojokerto itu, diikuti para pegiat paskibra dari jenjang SMA/SMK/MA negeri dan swasta.
KOLABORATIF
Sementara itu, Bambang Parikesit, S.Pd., selaku Koordinator Tim FLS3N Dikmen 2026 SMAN 1 Gondang, menyatakan rasa syukur sekaligus kekecewaannya. Meskipun dirinya beserta beberapa guru pembimbing sudah mampu meraih juara, tetapi capaian itu belum maksimal. Salah satu kendala utamanya adalah faktor kepedulian dan pola pikir.
“Capaian kali ini lumayan baik. Hanya saja kita tidak mampu meraih tiket ketingkat Provinsi Jawa Timur. Selain keterbatasan anggaran dalam proses latihan dan pendampingan, hal utama adalah faktor kepedulian dan pola pikir,” ungkap Bambang Parikesit yang juga Ketua MGMP Seni Budaya Kabupaten Mojokerto itu.
Para guru pendamping sekaligus pelatih, lanjut Bambang Parikesit, sudah sangat kompak dan memiliki program yang terukur. Namun dalam pelaksanaan, masih saja muncul masalah-masalah yang sejatinya tak harus ditunjukkan. Bilamana murid sudah terjadwal harus berlatih untuk kepentingan FLS3N, sudah selayaknya diberi kelonggaran waktu untuk berlatih. Sehingga akan terjadi saling dukung dan bekerjasama untuk loyalitas pada sekolah.
“Saya sangat berterima kasih atas dukungan penuh kepala sekolah dan para guru pembimbing. Pasalnya, dalam proses persiapan FLS3N, guru pembimbing dan pelatih harus rela pulang malam, hanya demi memberikan skill plus pada murid yang akan bertarung di FLS3N. Prinsipnya, pola pikir kita harus out off the box bila terjung dalam pembinaan kesiswaan,” ujar Bambang Parikesit dengan nada tegas dan serius.
Lebih jauh ditegaskan Bambang Parikesit, perihal pembinaan kesiswaan untuk kepentingan prestasi maupun penguatan pendidikan karakter. Skemanya sederhana, sekolah harus berani melakukan perubahan metode dan strategi pembinaan kesiswaan. Salah satu yang utama adalah menempatkan sosok yang kompeten dalam bidang kesiswaan itu sendiri.(UseOneTo)







Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan