Setiap Ucapan adalah Doa
Setiap Ucapan Adalah Doa
Oleh: Zakiah, SS
Setiap anak adalah unik. Mereka punya ciri dan cara tersendiri untuk mengungkapkan keinginannya.
Nak bujang ummi, Rahmat Abdullah salah satunya yang unik itu. Dia orangnya pendiam, tak banyak bicara tapi punya kemauan keras, tekun dan hemat, he he.
Sejak kecil Rahmat bercita-cita ingin umrah dan pergi ke Arab. Kalau dia pergi ke suatu tempat, saat ditanya pasti jawabnya ke Arab.
"Dari ma Amat cako?" (Dari mana Amat tadi?")
" Dari Arab!"
Begitulah jawabannya jika ditanya pulang dari mana. Dan itu sering terjadi.
Atau,
"Pai kama Mat?" (Mau kemana Mat,?"
"Pai ka Arab!"
Atau
"Nanti Amat sakolah kama!" (Nanti Amat mau sekolah ke mana?)
"Ka Arab!" ( Ke Arab)
Begitu sering terjadi dan kami hanya tersenyum kalau Rahmat sudah menjawab seperti itu saat ditanya. Hal itu terjadi sejak dia kecil, masih sekolah TK dan SD.
Entah kenapa keinginannya begitu kuat, ummi juga tidak tahu persis latar belakangnya. Tapi yang pasti Rahmat suka membaca dan juga dia pernah belajar Tahfiz, setiap sebelum belajar gurunya sering bercerita tentang negara Arab.
Keinginan Rahmat itu sepertinya tidak main-main. Dia rajin menabung dan kalau ada event yang hadiahnya umrah dia pasti akan semangat sekali.
Pernah kami mengikuti gerak jalan yang diadakan Kanwil Kemenag di Padang. Selesai acara gerak jalan ada pembagian doorprice termasuk beberapa doorpricenya adalah umrah. Dia semangat sekali menunggu setiap nomor lot yang disebutkan. Sangat berharap sekali dari sekian banyak hadiah umrah dialah pemenangnya.
Hari sudah semakin siang, kami harus kembali ke Payakumbuh tapi dia tak mau beranjak dari lapangan tempat dibacakan pemenang hadiah doorprice tersebut.
"Pulang awak leh Mat?"
kata Abi.
"Tunggu Bi, masih ada hadiah umrahnya, siapa tau Amat yang dapat!"
Begitulah kami ikut menunggu sampai Rahmat sendiri bosan. Akhirnya dengan sedikit terpaksa dia mau diajak pulang. Masing-masing kami berpikir dan merasakan betapa keinginan Rahmat untuk umrah sangat kuat.
Pernah juga ada lomba tahfiz yang diadakan pemko Payakumbuh. Pemenangnya mendapat hadiah umrah dari pak walikota. Mendengar kabar itu dia semakin semangat ikut lomba dan rajin murajaah hafalan. Ketika ikut lomba tahun berikutnya, Alhamdulillah dia menang tapi hadiah umrahnya tidak ada lagi. Mungkin niatnya perlu diluruskan, he he. Yang namanya anak kecil tentu belum begitu paham soal niat. Hanya ummi dan abi yang menguatkan agar dia sabar dan tidak kecewa. Semoga suatu saat kalau ada rezeki Rahmat bisa berangkat umrah.
Setiap ucapan adalah doa dan itu juga yang terjadi dengan Rahmat. Suatu hari abi menyampaikan akan berangkat membimbing jemaah umrah.
"Abi mau membimbing jemaah umrah, Rahmat mau ikut?"
"Iya, Bi berapa bayarnya?" tanyanya semangat.
Kami tersenyum mendengar pertanyaan Rahmat.
"Amat ada uang tabungan Bi, kekurangannya Abi yang nambah ya!" katanya antusias.
Alhamdulillah, akhirnya Allah Swt mengabulkan keinginan dan doa Rahmat. Rahmat pun berangkat umrah bersama rombongan jemaah umrah yang dbimbing abi. Ternyata benar bahwa keinginan harus sering diungkapkan agar jadi doa dan yang tidak kalah penting adalah usaha dan doa kita. Karena kita tidak tahu jalan mana yang akan Allah Swt berikan dan mudahkan untuk mewujudkan cita cita kita tersebut.
Ummi pun jadi terinspirasi menuliskan kisah ini karena melihat foto lama Rahmat saat dia berangkat umrah dengan abi yang kebetulan diamanahkan sebuah biro travel haji dan umrah untuk membimbing jemaahnya. Satu hal lagi banyak orang mengira Rahmat bisa ikut umrah karena mendapat hadiah dari lomba tahfiz yang dia ikuti. Benar, hadiah dari Allah Swt atas semangat dan cita-citanya untuk bisa pergi umrah dan pergi ke negara Arab.
Payakumbuh, 2 Juli 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan